Technology

Lima Tren Teknologi untuk Efektivitas Bisnis

SUMBER: 123RF

Berdasarkan studi yang dilakukan Alphabeta, the Hinrich Foundation, dan Center for Strategic and International Studies (CSIS), pasar perdagangan digital berpotensi menghasilkan kesempatan ekonomi senilai hampir US$ 172 miliar. Bahkan, itu pun hanya untuk ekonomi domestik saja pada tahun 2030. Dan, dengan pertumbuhan teknologi yang cukup baik, Indonesia diperkirakan akan menjadi pemimpin ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Menyadari besarnya peluang yang dimiliki Indonesia untuk memimpin perekonomian digital, pemerintah kian giat memberikan kemudahan bagi negara-negara tetangga untuk berinvestasi atau melakukan ekspansi bisnis.

Salah satu negara tetangga yang tertarik mengembangkan bisnis ke Tanah Air adalah Malaysia. Mereka memiliki program Global Acceleration and Innovation Network (GAIN). Bekerja sama dengan International Data Corporation (IDC), Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), mereka menggelar GAIN Connex Jakarta.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan berbasis workshop yang memfasilitasi diskusi dan berbagi pengetahuan antara pelaku bisnis Malaysia yang tertarik mengembangkan bisnis di Indonesia. “Saya yakin GAIN Connex Jakarta 2019 dapat membuka akses penghubung antara perusahaan Malaysia dan Indonesia,” ujar Gopi Ganesalingam, VP of Enterprise Development MDEC.

GAIN Connex Jakarta yang telah berlangsung selama dua hari, yakni pada 25-26 September tersebut fokus pada lima tren teknologi Indonesia. Kelimanya menurut hasil survei IDC DX Sentiments 2019 meliputi cloudmobilitydata analyticsartificial intellegence (AI)dan teknologi internet untuk Internet of Things (IoT).

Kelimanya tampaknya menjadi prioritas pengembangan teknologi informasi (IT) di Indonesia. Tujuannya, untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis perusahaan yang sangat relevan dengan perkembangan industri global.

“Perusahaan-perusahaan Indonesia sangat progresif dalam menajamkan strategi bisnis dengan transformasi digital. Selain itu, perusahaan-perusahaan Indonesia juga lebih terbuka terhadap inovasi dan perkembangan teknologi, sehingga lebih cekatan dan mudah beradaptasi dengan pasar Indonesia yang dinamis. Kolaborasi dan kemitraan dengan pihak yang tepat pun menjadi semakin penting karena kebutuhan konsumen dan pengembangan teknologi yang kian kompleks,” pungkas Mevira Munindra, Senior Research Manager IDC Indonesia.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top