Lifestyle & Entertainment

Gandeng Abbot, Prodia Berhasil Tingkatkan Layanan

Saat ini, semakin banyak masyarakat usia dewasa yang menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Peningkatan jumlah masyarakat dewasa yang melakukan pemeriksaan kesehatan selama beberapa tahun terakhir ini telah tercatat dengan baik. Hal ini disebabkan tes diagnostik telah memainkan peran penting dalam berbagai aspek kesehatan dan memandu kurang lebih 70% dari keputusan-keputusan klinis yang penting.

Berdasarkan American Association for Clinical Chemistry (AACC), penyakit berisiko tinggi membutuhkan laboratorium dengan fasilitas keselamatan dan keamanan tingkat tinggi. Oleh karena itu, kini  semakin banyak institusi kesehatan yang menyadari bahwa kesiapan laboratorium merupakan hal penentu diagnosis, dan bukan hanya pendukung diagnosis

Awal tahun ini, PT Prodia Widyahusada Tbk dan Abbott Indonesia menjalin kemitraan dalam meningkatkan layanan. Kemitraan strategis antara Prodia dan Abbott ini menunjukan bahwa penggunaan sistem Total Laboratory Automation (TLA) di laboratorium membuahkan hasil

TLA yang untuk memproses tes diagnostik dapat membantu memberikan kepastian kepada pasien dalam  menerima hasil yang akurat dan tepat waktu. Dengan kata lain, kerjasam tersebut telah berhasil meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja dari layanan kesehatan laboratorium bagi masyarakat Indonesia.

“Guna mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang, Prodia berinisiatif untuk memperbarui sistem otomatisasi kami. Dengan teknologi diagnostik baru milik Abbott, Prodia dapat meningkatkan waktu penyelesaian hasil pemeriksaan (turnaround time) yang lebih cepat, mengurangi potensi kesalahan manusia, dan membantu karyawan kami untuk mengerjakan tugas-tugas baru,” kata Dewi Muliaty  President Direktur Laboratorium Klinik Prodia dalam keterangan persnya.

Sejak mengimplementasikan sistem teknologi diagnostik terbaru dari Abbott, Prodia telah mengalami peningkatan kinerja yang terukur. Di antaranya, peningkatan sebesar 108% pada jumlah tes yang dianalisis di tahun 2019 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018. Lalu, peningkatan sebesar 43% pada jenis tes yang dianalisis dengan sistem Total Lab Automation pada tahun 2019.  Kemudian, memberikan waktu lebih bagi staf laboratorium yang memungkinkan adanya re-alokasi sumber daya untuk mengerjakan sepuluh tugas baru per tahun dengan jumlah staf yang sama.

“Dengan peningkatan hasil yang telah diukur dalam lima bulan terakhir ini, kami mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat dari para profesional medis dan pasien, melalui akurasi dan presisi,” tambahnya.

Diperkirakan jumlah sampel yang diuji oleh Prodia akan melampaui 1 juta dalam lima tahun mendatang. Semakin banyak masyarakat Indonesia yang bergantung kepada hasil tes diagnostik untuk keputusan-keputusan kesehatan, kemitraan strategis automasi laboratorium antara Prodia dan Abbott memberikan jaminan dan kecepatan yang dapat diandalkan oleh para profesional medis.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top