Transportation & Logistic

Gandeng Polri, Gojek Tingkatkan Keselamatan Berkendara

Sumber: Gojek

Data World Health Organization (WHO) tentang kecelakaan lalu lintas (kalantas) menunjukkan bahwa kalantas dapat merugikan negara sebesar 3% dari PDB. Tidak hanya itu, kalantas juga kerap menjadi penyebab kematian di usia produktif. Hal ini kemudian menjadi sorotan perusahaan ride-hailing Gojek yang mana sektor transportasi berperan strategis untuk mencegah terjadinya kalantas.

Sebagai bentuk dari aksi edukasi pencegahan kalantas di Indonesia, Gojek bekerja sama dengan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) terhitung sejak Rabu (25/09/2019). Kerja sama ini memunculkan beragam inisiatif untuk mengurani kalantas, termasuk program pelatihan berkendara yang aman dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) untuk mitra driver Gojek.

“Kami bangga menjadi pemain pertama di industri layanan on-demand yang menjalin kerja sama dengan Korlantas Polri. Kesamaan visi antara Gojek dan Korlantas Polri menjadi dasar kolaborasi ini membuat kamu mampu menciptakan standar keamanan tertinggi di industri,” ujar Kevin Aluwi, Co-Founder Gojek.

Sejak tahun 2015, Gojek menggalakkan Tiga Pilar Keamanan di setiap lini layanannya, yaitu pencegahan, perlindungan, dan penanganan yang sigap dan responsif. Kerja sama dengan Korlantas Polri, jelas Kevin akan difokuskan untuk memperkokoh pilar pencegahan melalui edukasi mitra. Korlantas Polri berperan sebagai pembina dan pelatih bagi mitra driver, sera melakukan sosialisasi SMART SIM.

Tidak sebatas edukasi, Gojek juga melakukan proses perekrutan mitra yang lebih tersaring. Sosialisai Kode Etik Mitra dilakukan secara kontinu dan didukung dengan fitur rating dua arah.

“Melalui kerjasama ini, kami mendukung upaya pemerintah untuk menciptakan ruang berkendara yang aman. Harapan kami, mitra driver Gojek dapat terus menjadi duta keselamatan lalu lintas,” tutup Shinto Nugroho, Chief of Public Policy and Government Relations Gojek.

Editor: Sigit Kurniawan

 

 

MARKETEERS X