Government & Public Services

Garda Terdepan Penyelesaian COVID-19 Adalah Masyarakat

Awalnya, COVID-19 merupakan murni masalah medis. Namun sudah melebar ke berbagai dimensi kehidupan lainnya, baik sosial, politik, ekonomi, dan lainnya. Sehingga, penyelesaiannya pun perlu menggunakan pendekatan aspek-aspek nonmedis.

Adanya pandemi ini juga membuka mata bangsa ini pada masalah yang terjadi di industri medis. Problem besar pada sektor kesehatan di negara ini antara lain pada minimnya fasilitas kesehatan, kurangnya SDM, ketersediaan obat-obatan, dan lainnya.

“Upaya penyelesaian masalah-masalah tersebut bukan hanya berkonsentrasi saat pandemi ini saja, namun juga untuk jangka panjang. Kita akan mengahadapi perubahan paradigma pada budaya kesehatan di masyarakat,” kata M. Adib Khumaidi, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), di acara Special MarkPlus-30 Anniversary Media Talk, Sabtu (02/05/2020).

Ia menambahkan, selama pandemi timbul pandangan baru di masyarakat pada kesehatan. Misalnya, sering mencuci tangan, pakai masker, menjaga kesehatan badan, dan lainnya. “Setelah pandemi, kebiasaan ini tidak akan ditinggalkan, namun sebaliknya, harus kita perkuat untuk menjadi budaya,” katanya.

Menurut Adib, fasilitas kesehatan di Indonesia, termasuk rumah sakit, tidak didesain untuk menghadapi pandemi seperti sekarang ini. Tidak ada rumah sakit khusus dengan kapasitas besar yang memiliki ventilator dan alat lainnya untuk menangani pasien yang terpapar COVID-19.

Ditambah lagi, SDM kesehatan juga kurang. Saat ini, hanya ada 1100 dokter spesialis paru-paru di Indonesia, dokter spesialis penyakit dalam cuma 4.500 dokter. Dokter umum menjadi yang terbanyak di negara ini dengan jumlah 143 ribu dokter yang sebagian besar di kota-kota besar di Pulau Jawa. “Sejauh ini, penanganan COVID-19 di Pulau Jawa masih bisa teratasi. Tapi, tidak bisa dibayangkan bagaimana seandainya itu meledak di pulau-pulau lain yang dalam kondisi normal saja ada masalah.”

Adib menambahkan, pandemi ini menjadi ujian bagi bangsa Indonesia terkait semagat kegotong-royongan. Tidak bisa menyerahkan penyelesaian pandemi ini pada pemerintah saja, pada para tenaga medis saja, tapi masyarakat harus berperan. “Garda terdepan itu bukan tenaga medis, tapi masyakarat dengan bergotong-royong, saling membantu, dan mendukung dalam penyelesaian COVID-19 ini,” pungkas Adib.

MARKETEERS X








To Top