Transportation & Logistic

Garuda Indonesia Pastikan Pesawatnya Tak Melewati Iran dan Sekitarnya

Ilustrasi: 123RF

Ketegangan di wilayah Iran paska penembakan Komandan Pasukan Quds Qassem Soleimani oleh tentara Amerika Serikat berimbas pada banyak hal. Salah satunya berimbas pada industri penerbangan. Situasi semakin panas ketika tentara Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal ke markas-markas tentara Amerika Serikat. Belum lagi dengan peristiwa jatuhnya pesawat Boeng-737 milik maskapai penerbangan Ukraina yang membawa 176 penumpang jatuh di Iran. Sampai saat ini, belum ada kepastian soal penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Menyikapi kondisi tersebut, maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan bahwa jalur udara untuk rute penerbangan dari dan menuju Eropa tidak melewati kawasan udara Iran dan sekitarnya menyusul adanya larangan terbang yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pasca ketegangan yang tengah terjadi di kawasan tersebut.

Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal M. Hutapea mengatakan melalui siaran persnya bahwa Garuda Indonesia menyesuaikan jalur penerbangan dari dan menuju Eropa dari yang sebelumnya melewati wilayah udara Bucharest dialihkan ke wilayah udara Mesir dan Yunani. Dengan demikian, seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute tersebut tetap berlangsung normal seperti biasa.

“Kami akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut serta berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan aspek safety & security layanan operasional Garuda Indonesia tetap terjaga,” ujar  Tumpal.

MARKETEERS X








To Top