Government & Public Services

Garut Punya Tiga Pasar Wisata Digital

Photo Credits: Kementerian Pariwisata

Kabupaten Garut dikatakan Bupati Garut Rudy Gunawan telah mempunyai tiga pasar wisata digital. Tiga destinasi ini diluncurkan untuk menangkap potensi pasar milenial yang mendominasi dunia pariwisata dan memiliki kedekatan mendalam dengan dunia digital.

“Adanya pasar wisata digital ini memudahkan kami mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Garut,” kata Rudy Gunawan di Garut, Jawa Barat (02/09/2019). Tiga pasar wisata tersebut, meliputi Situ Bagendit, Dayeuh Manggung, dan Candi Cangkuang.

Sementara, anggota Komisi X DPR Ferdiansyah menyatakan langkah Kabupaten Garut melakukan promosi dengan media digital sangat tepat.

“Karena jelas sebuah destinasi akan cepat terkenal jika dipromosikan dengan masif melalui saluran media digital,” ujar Ferdiansyah. Ia menilai hadirnya tiga pasar wisata digital tersebut sebagai hasil kolaborasi seluruh stakeholder pariwisata.

“Kegiatan pariwisata ini dapat menyejahterakan masyarakat serta memajukan budaya tatar Sunda melalui atraksi-atraksi yang  ditampilkan di destinasi wisata. Kabupaten Garut dengan dukungan penuh dari Kemenpar ingin melahirkan destinasi wisata berkelas dunia pada 2024 mendatang,” kata Ferdiansyah.

Peluncuran Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang dimeriahkan dengan atraksi menarik antara lain gelaran Seni Rudat, Prosesi Adat Kampung Pulo, Rampak Kohkol, Rampak Kendang, Arumba, serta lawak dan pertunjukan musik milenial.

Selain itu disajikan bermacam kuliner khas Garut antara lain Nasi Liwet Domba Garut, Baroyot dan Gayodot, serta sajian Kopi Garut yang memiliki rasa khas dan disukai kaum milenial. Sajian kuliner ini disajikan oleh masyarakat sekitar  destinasi Candi Cangkuang.

Kabupaten Garut memiliki 123 event yang digelar sepanjang tahun 2019. Salah satu event di antaranya ‘Gebyar Pesona Budaya Garut’ masuk dalam 100 Wonder Event.

Selain itu pariwisata, Garut didukung oleh unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai. Untuk atraksi alam, Garut sejak lama dikenal sebagai Swiss van Java dengan pemandangan Gunung Papandayan.

Garut juga memiliki Pantai Santolo, Pemandian Air Panas Cipanas, Puncak Darajat Pass, Kampung Sampireun, Kawah Talaga Bodas, Kawah Kamojang, Curug Sanghyang Taraje, serta Pantai Rancabuaya.

Selain itu Garut juga terkenal dengan seni budaya antara lain Kesenian Adu Domba, Dodombaan, Surak Ibra, Raja Dogar, serta peninggalan sejarah Candi Cangkuang.

Untuk memperkuat aksesibilitas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) pada Januari 2019 telah mengaktifkan KA Pangandaran jalur Gambir-Banjar melewati stasiun Nagreg dan Cibatu Garut.

Selain itu aksesibilitas melalui jalan darat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Garut sekitar 2 jam, sedangkan dari Bandara Wiriadinata Tasikmalaya ke Garut hanya 1 jam.

Sementara itu untuk fasilitas amenitas Garut memiliki tujuh tempat penginapan instagrammable yang menggabungkan floating cottage dengan suasana pegunungan dan pemandangan alam, misalnya Kampung Sumber Alam, Cipanas, Kampung Sampireun Resort & Spa, Kamojang Green Hotel & Resort, Sabda Alam Hotel & Resort, Danau Dariza Hotel & Resort, Bukit Alamanda Resort & Resto, dan Tirtagangga Hotel.

MARKETEERS X








To Top