Technology

Google Luncurkan Program Literasi Digital #TangkasBerinternet

SUMBER: GOOGLE

Berdasarkan riset Google bersama dengan lembaga riset Fluent bertajuk¬†‘Digital Wellbeing‘, tahun 2019 menunjukkan bahwa satu dari satu pengguna internet adalah anak-anak. Hal ini tentu membuat resah orang tua akan aktivitas anak di internet yang penuh dengan konten negatif. Dalam riset yang sama, menunjukkan 83% orang tua khawatir jika anak mereka terpapar konten yang tidak pantas atau berbahaya.

Memperingati Hari Aman Berinternet Sedunia atau “Safer Internet Day” yang jatuh pada 11 Februari, hari ini (10/02/2020) Google Indonesia meluncurkan program #TangkasBerinternet yang bekerja sama dengan Yayasan Sejiwa dan Indonesia Child Protection (ID-COP).

Program Tangkas Berinternet merupakan program global bertajuk Be Internet Awesome oleh Google. Di dalamnya berisi materi ajar untuk guru dan orang tua mengenai literasi digital dan keamanan online bagi anak.

“Untuk mempermudah guru dan orang tua, Google juga menyediakan permainan berbasis web. Proram ini dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital dan keamanan online kepada anak anak bernama INTERLAND,” ujar Putri Alam, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia.

Terdapat lima topik pembelajaran pada program Tangkas Berinternet, yaitu Cerdas, Cermat, Tangguh, Bijak, dan Berani. Kelima topik ini memaparkan secara komprehensif mengenai langkah-langkah literasi digital yang dapat dilakukan oleh anak.

Pertama, topik Cerdas mengedukasi anak untuk selalu berhati-hati di internet dan mempelajari konten baik dan buruk. Kedua, Cermat membantu anak untuk memahami isi konten yang ada di internet. Ketiga, topik Tangguh yang membahas mengenai keamanan privasi dalam dunia digital yang selama ini masih menjadi perhatian dunia. Keempat, topik Bijak mengajarkan anak untuk melawan perundungan online. Kelima, Berani yaitu membangun suasana kondusif dalam keluarga. Di sini, anak bisa melaporkan konten-konten negatif kepada orang tua.

“Dalam World Economic Forum 2020, disampaikan terdapat enam literasi dasar yang dibutuhkan masyarakat dunia pada abad 21, salah satunya literasi digital,” jelas Harris Iskandar, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Program Tangkas Berinternet juga didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), dan Siberkreasi. Rencananya, program ini akan mulai diaplikasikan ke seluruh sekolah dasar Indonesia besok pada 11 Februari 2020 di seluruh Indonesia.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

MARKETEERS X








To Top