Finance

Great Eastern Life Indonesia Bangun Literasi Keuangan Untuk Milenial

Sumber: 123rf

Sejalan dengan Oktober yang dinobatkan sebagai bulan Literasi dan Iklusi Keuangan, Great Eastern Life Indonesia, perusahaan asuransi terbesar di Singapura mendukung agenda Tidak Ada Yang Tidak Bisa (#TAYTB) Festival dari OCBC NISP yang digelar pada 31-3 November 2019 lalu. Bentuk dukungan ini berupa pemberian edukasi keuangan kepada milenial.

Dalam gelaran #TAYTB Festival, Great Eastern Life mengadakan tiga kelas. Yaitu The Greatest Love of All yang diisi oleh selebriti dan entrepreneur Christian Sugiono. Dalam kelas ini, Christian berbicara mengenai hobi sebagai sumber ekonomi di samping pekerjaan utama. Menurutnya, dengan bekerja dan memenuhi passion, kehidupan akan jadi seimbang sehingga dapat mendukung keluarga lebih maksimal.

Kelas kedua bertema Great Health, Great Wealth yang diisi oleh Bambang Raguna Bukit atau Bams, mantan vokalis band Samsons. Di kelas ini, Bams menekankan pentingnya pola hidup sehat yang dibarengi dengan proteksi diri yang kuat. Sehingga milenial lebih siap jika hal tidak terduga menimpa diri mereka.

Kelas terakhir adalah YOLO: You Only Live Once. Kelas ini mengundang chef selebriti Nicky Tirta yang membicarakan bagaimana pemenuhan passion merupakan perwujudan keinginanya untuk menikmati hidup yang hanya sekali.

Nicky menjelaskan, hidup dengan prinsip YOLO seperti milenial pada umumnya memang membawa kebahagiaan. Tidak sedikit milenial yang kurang memperhatikan persiapan mereka untuk masa depan karena prinsip ini.

“Milenial biasanya hidup sesuai apa yang diinginkan. Prinsipnya, hidup hanya sekali, jadi nikmati hidup sepenuhnya dengan jalan-jalan sampai belanja sepuasnya,” ujar Nicky.

Hal ini kemudian di tanggapi oleh Nina Ong, Direktur Bancassurance Great Eastern Life. Nina mengatakan, perlu ditumbuhkan rasa kesadaran untuk menyisihkan uang pada milenial. Hal ini agar mereka tidak hanya memiliki prinsip YOLO, tapi sadar tentang YAGO (You Also Grow Old).

“Great Eastern Life Indonesia menyadari bahwa pendekatan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda Indonesia harus disesuaikan dengan cara-cara yang inovatif dan kreatif. Salah satunya lewat kelas-kelas dengan penyampaian yang santai seperti ini,” tutup Nina.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top