Opinion

Handry GE: Selamat Datang di Era Engagement

Banyak pelaku bisnis yang mengakui bahwa saat ini bukanlah masa yang mudah. Banyak perusahaan yang sebelumnya berhasil mencatatkan kinerja gemilang, namun kini harus mengalami masa-masa sulit.

“Banyak yang menjadikan GE sebagai barometer manajemen. Perusahaan kami memiliki penjualan, market cap, hingga untung yang sangat besar. Sebelumnya kami percaya diri dengan sistem dan manajemen kami. Namun, kondisi berubah,” kata Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia dalam Shell Technology Forum 2019 di Nusa Dua, Bali.

Handry mengatakan bahwa teknologi telah mengubah segalanya. Dan hal itu mengakibatkan perusahaan harus memiliki karakter fleksibel dan adaptif. Apalagi, manusia saat ini sangat bergantung dengan teknologi.

“Dulu smartphone hanya membantu sebagian aktivitas kita. Tapi sekarang, semua aktivitas bisa kita lakukan hanya dengan smartphone,” katanya.

Selain era teknologi, saat ini dunia tengah memasuki era engagement. Handri menyebut bahwa perusahaan seperti GE yang berjualan mesin dan membutuhkan kedetailan dalam memproduksi, harus mengakui kehebatan perusahaan yang bisa menyikapi era engagement dengan baik. Sebut saja perusahaan seperti Apple. Ketika perusahaan ini mengeluarkan produk baru, maka banyak konsumen di Indonesia yang berusaha keras untuk membelinya. Begitu pula ketika mereka mengeluarkan jam pintar atau earphone nirkabel. Padahal, belum tentu produk itu dibutuhkan konsumen.

“Saat ini kita bukan berada di era membuat produk terbaik dan produk itu terjual dengan sendirinya. Yang bisa engage dengan customer-lah yang menang,” katanya.

Contohnya perusahaan games asal Tiongkok, Tencent yang penjualannya lebih besar daripada produsen mobil atau motor.  Saat ini, Tencent memiliki 700 juta customer. “Mereka mau membayar ketika sedang bermain game. Angkanya kecil tapi berapa kalau dikali 700 juta orang? Semua itu karena mereka engage dengan Tencent,” kata Handry.

MARKETEERS X

Most Popular

ALIVE Indonesia







To Top