Hindari 5 Kebiasaan Ini jika Ingin Raih Kestabilan Finansial

Banyak orang ingin mencapai kestabilan finansial, namun sering kali tanpa sadar terjebak dalam kebiasaan yang justru menghambat kemajuan. Meningkatkan taraf hidup bukan hanya soal penghasilan lebih besar, tapi juga bagaimana cara mengelola keuangan dengan lebih cerdas.
Jika Anda ingin memperbaiki kondisi finansial dan mencapai level yang lebih tinggi, New Trader U menganjurkan untuk menghindari lima kebiasaan berikut:
BACA JUGA: 4 Kebiasaan Hemat di Era The Great Depression yang Masih Relevan
Terjebak Utang Konsumtif
Tidak semua utang buruk, namun penggunaan untuk konsumsi bisa menjadi jebakan finansial. Jika terlalu sering berutang untuk konsumsi, seperti membeli gadget terbaru atau liburan mewah dengan kartu kredit, kondisi finansial bisa semakin sulit berkembang.
Solusinya, mulailah ubah pola pikir menjadi “tabung dulu, beli kemudian.” Prioritaskan melunasi utang berbunga tinggi dan siapkan dana darurat agar tidak perlu berutang untuk kebutuhan mendesak.
Beli Rumah Tanpa Perhitungan Matang
Memiliki rumah sendiri memang penting. Namun, memaksakan diri membelinya tanpa kesiapan finansial, seperti memperhitungkan biaya tambahan yang mencakup pajak dan perawatan, bisa membuat Anda terjebak dalam cicilan panjang yang membebani keuangan.
Karena itu, jika belum siap, pertimbangkan untuk menyewa sambil mengalokasikan dana untuk investasi. Dengan strategi yang tepat, Anda justru bisa memiliki aset yang lebih menguntungkan sebelum membeli rumah.
Mengandalkan Satu Sumber Penghasilan
Mengandalkan gaji dari satu pekerjaan membuat Anda rentan terhadap perubahan ekonomi dan sulit mempercepat kenaikan kelas finansial. Orang-orang sukses biasanya memiliki beberapa sumber pendapatan, baik dari investasi, bisnis sampingan, maupun pendapatan pasif.
BACA JUGA: 4 Strategi untuk Menekan Pengeluaran Langganan Platform Streaming
Untuk itu, cobalah mulai cari peluang untuk menambah penghasilan. Misalnya, dengan menjual produk digital, menjadi freelancer, atau berinvestasi di saham yang membagikan dividen.
Gaya Hidup Meningkat
Banyak orang yang langsung meningkatkan gaya hidup setiap kali pendapatan naik, mulai dari membeli mobil baru, makan di tempat mahal, hingga berlangganan layanan premium. Akibatnya, tabungan, bahkan tetap merasa kekurangan meskipun penghasilan meningkat.
Agar gaya hidup tak ikut naik, alokasikan sebagian besar untuk investasi atau tabungan setiap kali penghasilan naik. Dengan begitu, Anda bisa benar-benar naik kelas secara finansial, bukan sekadar terlihat kaya.
Menunda Investasi
Banyak orang menunggu waktu yang “tepat” untuk mulai berinvestasi, padahal semakin lama menunda, semakin besar keuntungan yang terlewat. Investasi bukan soal keberuntungan, tapi tentang konsistensi dan strategi yang tepat.
Solusinya, mulailah investasi dengan nominal kecil sambil terus belajar. Jangan menunggu sampai memiliki modal besar, sebab yang lebih penting adalah memanfaatkan waktu agar keuntungan dari bunga majemuk bisa berkembang.
Editor: Bernadinus Adi Pramudita