Consumer Goods

Hindari Risiko Kerusakan Mata dengan Lensa Kontak Photocromic

SUMBER: MARKETEERS

Berdasarkan data survei Johnson & Johnson Indonesia di tahun 2019, 97% masyarakat merasa terganggu dengan cahaya berlebihan dalam aktivitas sehari-hari. Pasalnya, tidak sedikit dari mereka yang harus berkegiatan di luar ruangan, mulai dari bekerja hingga aktivitas lainnya.

Memahami hal tersebut, Johnson & Johnson meluncurkan ACUVUE OASYS with Transitions. Produk ini adalah lensa kontak photocromic dengan kemampuan beradaptasi terhadap cahaya pertama di dunia. Inovasi ini telah mendapatkan pengakuan dari Majalah TIME sebagai Best Inventions di tahun 2018.

Kehadiran produk ini di Indonesia dilatarbelakangi fakta bahwa kesadaran masyarakat tentang kerusakan mata masih cukup rendah. Utamanya, kerusakan yang disebabkan paparan cahaya, baik di luar maupun dalam ruangan. Dan, salah satu paparan cahaya yang berbahaya dan sangat akrab di sekitar masyarakat adalah yang berasal dari gawai.

Terlebih lagi, jika melihat riset We Are Social tentang lanskap digital Indonesia, pengguna internet aktif di Indonesia mencapai 150 juta orang. Tidak mengherankan jika sejumlah pengguna gawai tersebut merasa terganggu akibat cahaya yang berpotensi merusak mata. Meski kerusakan mata yang mungkin diterima cukup banyak, masih sedikit orang yang memiliki kesadaran untuk mengubah gaya hidupnya.

Johnson & Johnson berharap kehadiran produk ini bisa menjadi transformasi kesehatan mata untuk lebih banyak orang. “Ketika kemampuan melihat menjadi lebih baik, kita bisa menjadi lebih menghargai dan menikmati momen yang kita hadapi,” ujar Shirley Loh, Associate Director of Proffesional Affairs Johnson & Johnson Vision Care SEA, Selasa (17/12/2019).

ACUVUE OASYS with Transitions merupakan lensa kontak yang dapat digunakan berulang kali dengan periode pemakaian dua minggu. Tidak hanya melindungi mata dari paparan cahaya, produk ini juga membantu mengoptimalkan performa penglihatan. Lensa kontak ini juga cocok bagi pengemudi di malam hari dan mereka yang memiliki kebutuhan akan vision correction.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top