Hyoshii Farm Gandeng Petani Domestik Kembangkan Stroberi Premium

profile photo reporter Clara Ermaningtiastuti
ClaraErmaningtiastuti
16 September 2022
marketeers article
Hatsu Hana, hasil panen satu-tanaman-satu-stroberi Hyoshii Farm. | Foto: Hyoshii Farm
Hyoshii Farm menjalin kerja sama dengan petani domestik di bidang agribisnis stroberi. Hal ini mereka lakukan lewat dukungan secara menyeluruh mulai dari penyempurnaan proses produksi, pengemasan, hingga pendekatan pada konsumen.
Dampaknya sudah terlihat pada Hatsu Hana yang merupakan hasil panen perdana satu-tanaman-satu-stroberi dari Hyoshii Farm. Stroberi ini sukses dilelang dengan harga Rp 10.000.000 untuk satu kotak berisi sembilan buah.
Dalam pegembangannya, Hyoshii Farm bekerja sama dengan kebun lokal di Lembang, Jawa Barat. Selain itu, perusahaan juga memiliki jalur distribusi ke berbagai supermarket premium.
“Mimpi besar dan target utama kami adalah untuk membantu petani Indonesia memproduksi buah-buahan premium berkualitas terbaik untuk dinikmati masyarakat di pasar-pasar terdekat setiap hari,” tutur James Rayawan, CEO dan Co-Founder Hyoshii Farm dalam pernyataan resmi yang diterima Marketeers.
Sebagai negara pasar buah dan sayur terbesar kelima di dunia, Indonesia punya ketertarikan khusus pada stroberi. Hal ini terlihat dari fakta bahwa Indonesia merupakan pengimpor stroberi Korea terbesar ke-7. 
Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa stroberi adalah buah yang paling sedikit diproduksi pada tahun 2021 dengan total 9.860 ton yang mana 6.458 ton datang dari Jawa Barat. Perbandingannya cukup jauh dengan produksi pisang yang berada pada 8,7 juta ton.
Hyoshii Farm melihat jika ditangani dengan tepat, stroberi berpotensi menjadi amunisi ekspor nasional. Melihat temuan dari platform intelijen pemasaran Index Box pada tahun 2016 yang mencatat bahwa dari total 918.000 ton impor stroberi global, Amerika Serikat mengimpor 165.000 ton, Jerman 115.000 ton, Kanada 103.000 ton, dan Perancis 80.000 ton. 
Hyoshii Farm hadir dengan misi menyempurnakan rasa dan tampilan buah lokal agar masyarakat Indonesia tidak terus mengimpor buah premium. Perusahaan ingin bisnis terjaga di rantai lokal, dan membantu para petani menyuburkan agribisnisnya.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related