Resource & Energy

Industri Migas Alami Penurunan Hingga 30% Saat Pandemi

Pandemi COVID-19 telah mengubah cara kita hidup sehari-hari. Adanya anjuran physical distancing dari pemerintah menyebabkan perusahaan menerapkan work from home. Kebijakan ini juga berdampak  pada industri migas.

Rachmad Muhammadiyah, Ketua Umum DPP Hiswana Migas, mengatakan dampak COVID-19 dapat terlihat dari permintaan konsumen terhadap LPG di pasaran.  Karena banyak masyarakat yang beraktivitas di rumah, LPG 5 kilogram dan 12 kilogram cenderung mengalami kenaikan. Sedangkan LPG 50 kilogram mengalami penurunan karena banyak industri rumah makan yang tutup.

Selain itu, bisnis SPBU pun juga mengalami penurunan karena masyarakat yang jarang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Dari minggu pertama April, bisnis SPBU mengalami penurunan pendapatan hingga 20-30% secara nasional. Di daerah yang terkena dampak awal dari pandemi COVID-19 seperti Jakarta dan Banten penurunannya mencapai hingga 70%.

“Penurunan dari berbagai daerah beragam, tergantung dari kebijakan pemerintah setempat karena beberapa daerah ada yang melakukan pembatasan-pembatasan transportasi,” ujar Rachmad pada Industry Roundtable: Surviving The COVID-19, Preparing The Post yang diselenggarakan MarkPlus, Inc., Selasa (14/04/2020).

Rachmad menambahkan, penurunan ini sudah diantisipasi oleh para pengusaha SPBU. Berbagai strategi pun telah dijalankan agar dapat bertahan, seperti pengurangan jam operasional dan penutupan pulau pompa untuk mengurangi pengeluaran operasional.

“Sebagai penyedia layanan jasa, kami harus tetap melayani masyarakat. Namun keselamatan dan kesehatan pegawai tetap menjadi yang utama sehingga kami berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah setempat untuk pengurangan jam operasional SPBU,” pungkas Rachmad.

Selain itu, untuk memaksimalkan layanan pada masa COVID-19, Pertamina juga akan menerapkan Pertamina Delivery Service. Melalui layanan ini konsumen dapat membeli produk bbm tanpa harus keluar rumah. Layanan ini diharapkan dapat mendukung physical distancing yang dianjurkan oleh pemerintah.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top