Consumer Goods

Inikah Kelemahan UMKM di Indonesia?

Keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia memang sangat besar. Namun jumlah mereka yang besar belum menunjukan performa yang maksimal. Data Kementerian Koperasi dan UKM (KUKM) mengatakan, terdapat lebih dari 57,9 juta unit usaha mulai dari usaha mikro yang memiliki omzet tahunan paling banyak Rp 300 juta sampai usaha besar dengan omzet tahunan lebih dari Rp 50 miliar di Indonesia.

Dari total jumlah ini, 98,77% adalah usaha mikro. Dapat dilihat bahwa terdapat potensi yang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sektor usaha yang pernah menyelamatkan ekonomi negeri di dari krisis ekonomi global yang melanda pada tahun 1998. Namun, apa kendala yang kerap dihadapi?

Baru-baru ini, Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB) bersama dengan bank btpn melakukan penelitian dan penaksiran kebutuhan para pelaku UMKM di empat kota, Medan, Makassar, Kediri, dan Bogor. Hasilnya, mereka menemukan beberapa poin krusial yang menyebabkan UMKM tersebut sulit untuk berkembang.

“Kecenderungan UMKM ini merupakan kelompok yang un-bankable. Sementara, tidak sedikit dari mereka yang sulit berkembang dengan cepat lantaran tidak memiliki kekuatan untuk mencapai program pembiayaan dari bank. Berbagai aspek operasional mereka juga masih lemah dan kurang mendukung untuk mereka tumbuh lebih besar,” jelas Arief Daryanto, Direktur Program Pascasarjana SB-IPB kepada Marketeers di Bogor beberapa waktu lalu.

Hasil temuan SB-ITB dan btpn, mengatakan bahwa manajemen keuangan yang kurang transparan dan pemilahan antara uang pribadi dan uang usaha menjadi batu besar penghalang UMKM untuk berkembang.

Selain itu, kurangnya pengetahuan seputar dunia marketing, quality control (QC), sumber daya manusia (SDM), sistem manajerial yang minim, dan minimnya pengetahuan akan kebijakan pemerintah yang terkait juga menjadi kelemahan mereka. Bahkan, tidak sedikit para pelaku UMKM ini yang kesulitan untuk membuat izin usaha.

“Dari beberapa kekurangan di atas, kami bersama bank btpn mencoba menjembatani. Berbagai upaya kami lakukan di bawah payung program Daya yang dimiliki oleh btpn. Mulai dari pelatihan, pemberian pengetahuan, hingga memberikan pinjaman kepada UMKM yang un-bankable sekalipun,” imbuh Arief.

MARKETEERS X








To Top