Technology

Jaga Pendapatan Penulis, NovelMe Usung Model Bisnis Freemium

Ilustrasi: 123RF

Minat baca yang tinggi membuat perkembangan aplikasi NovelMe meningkat sangat pesat dalam kurun waktu setahun. Ratusan ribu pembaca dengan tercatat menjadi penikmat novel-novel seperti My Superhero, Mendadak Nikah, My Secret Love, Bad in Fairy, Suami Negeri Dongeng. Pilihan genre yang semakin lengkap memanjakan imajinasi pembaca, mulai dari romance, fantasi, petualangan, action.

Pada awal diluncurkan NovelMe merupakan platform gratis. Pembaca bisa memberikan bintang kepada karya favorit, sehingga karya yang menduduki peringkat teratas dapat memenangkan hadiah uang senilai Rp 16.000.000 dari total hadiah senilai Rp 135.000.000 dari NovelMe.

Pada 19 Juli 2019 platform fiksi online ini mulai mengubah model bisnis mereka. NovelMe mulai mengunci novel-novel favorit.  Pembaca diminta untuk membeli koin agar dapat membuka bab-bab berbayar, senilai minimal Rp 100 untuk setiap bab.

“Pembaca mungkin tidak tahu betapa sulitnya menerbitkan novel di Indonesia. Setiap tahun mungkin hanya di bawah 10% dari naskah yang masuk, sempat diterbitkan dan dicetak. Hal ini terjadi karena harus melalui proses antrian yang panjang,” ujar Editor NovelMe Andrei.

Bahkan, sekarang ini permintaan terhadap cetakan buku menurun, sehingga untuk cetakan pertama novel hanya dicetak antara 2000-3000 eksemplar, bisa juga kurang dari itu. Jika harga buku sekitar 50%, dan royalti pengarang hanya 10%, bisa dibayangkan begitu kecilnya royalti yang diterima pengarang. Pasalnya, sebagai uang muka, penulis hanya menerima 25% dari total royalti lalu harus menunggu setiap 6 bulan untuk melihat hasil penjualan.

Ada juga penerbit yang juga tidak memberikan di awal, tetapi setelah buku terjual. “Bisa dibayangkan bagaimana nasib penulis. Belum lagi proses penulisan hingga penerbitan yang memakan waktu sekitar setahun. Jarang sekali penulis yang mendapatkan penghasilan bulanan.

“Dengan platform novel online NovelMe, pembaca bisa secara langsung memberikan dukungan kepada penulis mereka. Untuk memastikan kreasi penulis yang berkelanjutan, platform NovelMe telah meluncurkan ajang kompetisi menulis Next Top Writer, karya novel dengan pemberian peringkat bintang terbanyak dari pembaca akan memenangkan hadiah tertinggi,” lanjut Andrei.

NovelMe juga meluncurkan program tunjangan bulanan sebesar Rp 400.000 bagi penulis yang konsisten menulis setiap hari selama 30 hari. Namun hal ini pun masih tidak sebanding dengan jerih payah yang penulis berikan. Itulah sebabnya NovelMe menetapkan bab berbayar.

“Sebagai platform digital, mencari keuntungan semata bukan tujuan kami. Model bisnis ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan taraf hidup penulis di Indonesia. Penulis harus dapat memiliki penghasilan tetap. Kami ingin menjadi naungan bagi para penulis yang ingin berkarya sekaligus memiliki penghasilan. Dengan memiliki penghasilan seperti ini, para penulis dapat terus produktif dan kerja keras mereka dihargai,” tutup Andrei.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

 

 








To Top