Lifestyle & Entertainment

Jaga Relevansi, Ancol Terus Tingkatkan Pengalaman Pengunjung

Sumber: Marketeers | Abdul

Kekuatan sebuah wahana bermain adalah pengalaman yang diciptakan. Inilah yang juga menjadi kekuatan PT Taman Impian Jaya Ancol Tbk (Ancol) saat ini sebagai alternatif destinasi wisata hiburan. Kekuatan untuk menciptakan pengalaman ini didukung oleh lengkapnya wahana bermain, aneka program loyalitas, komunikasi pemasaran yang memikat, hingga pelayanan yang diberikan kepada para pengunjung.

Pengelolaan wahana andalan, seperti Dunia Fantasi, SeaWorld, Gelanggang Samudra, hingga taman bermain air Atlantis telah membuahkan peningkatan pendapatan bagi perusahaan. Artinya, jumlah pengunjung Ancol dari tahun ke tahun semakin banyak serta mampu memberikan pengalaman terbaik yang mendorong pengunjung sukarela merekomendasikan kepada orang lain.

Pada tahun 2019, Ancol mengalami peningkatan revenue hingga 15%. Menurut Ticha Hestiningrum Desanti, Vice President Brand Promotion & Activation PT Taman Impian Jaya Ancol Tbk, angka ini berhasil didapatkan sebagai dampak strategi experiential marketing yang diterapkannya. Salah satunya dengan menambah wahana-wahana baru.

“Tahun 2019 cukup berarti bagi kami. Pada tahun ini, kami berhasil meluncurkan berbagai inovasi seperti Dunia Kartun di Dunia Fantasi, perosotan multistruktur terbesar di Indonesia di Atlantis Water Adventure, Istana Penguin, dan pertunjukan 4D  di Gelanggang Samudera, dan masih banyak lagi,” ujar Ticha.

Selain itu, Ancol juga melakukan perluasan segmen pasar. Wahana Dunia Fantasi misalnya, yang sebelumnya menargetkan pengunjung remaja hingga dewasa, kini mulai merambah menggarap segmen anak-anak dengan menghadirkan kawasan Dunia Kartun.

“Di kawasan baru ini, tujuh dari sembilan atraksi baru yang dihadirkan adalah atraksi ramah anak. Kami melihat kondisi pasar wisata keluarga cukup tinggi di Indonesia. Sebab itu, agar kami bisa memberikan pengalaman yang menyeluruh kepada setiap keluarga, kami memerhatikan wahana ramah anak ini. Dengan demikian, Ancol akan tetap relevan dengan permintaan pelanggan,” katanya.

Selain produk, pengalaman baru juga diciptakan Ancol di setiap titik perjumpaan dengan pelanggan. Salah satunya, di proses pembelian tiket masuk dan promosi. Dalam hal ini, Ancol memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan pengunjung membeli tiket masuk. Artinya, pengalaman juga diciptakan melalui konsep omni-channel – memadukan platform online dan offline.

“Ancol memiliki segmen pasar bersifat believer. Artinya, mereka mempercayai berbagai ulasan yang ditulis orang yang sudah pernah mengunjungi Ancol,” kata Ticha. “Kami juga hadirkan website untuk membeli tiket secara daring dan bekerja sama dengan online travel agent. Kami hadir juga di media sosial, seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.” pungkas Ticha.

Selengkapnya baca di Majalah Marketeers edisi Desember 2019 – Januari 2020.

MARKETEERS X








To Top