Lifestyle & Entertainment

Jawa Timur Park Group: Paket Wisata dan Edukasi

Bukan hanya karena buah apel, Kota Batu pun tersohor lantaran keberadaan berbagai objek wisata bertaraf internasional. Objek wisata itu tidak lain adalah Jatim Park yang saat ini sudah ada tiga jumlahnya. Masing-masing memiliki tema dan kekhasan tersendiri.

Tempat wisata Jatim Park itu sendiri merupakan bagian dari sebuah grup usaha yang khusus bergerak di bidang wisata dan hospitality, yakni Jawa Timur Park Group.  Saat ini, ada banyak tempat wisata yang bernaung di grup ini, antara lain  Jatim Park 1, Jatim Park 2, Eco Green Park, Museum Angkut, Museum Tubuh, Batu Night Spectacular, Predator Fun Park & Jatim Park 3 yang terdiri dari Dino Park, The Legend Star, Museum Musik Dunia & Fun Tech Plaza.

Bila Anda pernah mengunjungi salah satu objek Jatim Park Group, misalnya Jatim Park dan Museum Angkut, sudah pasti Anda mengakui betapa megah dan spektakuler tempat itu. Bagi Anda yang belum, cobalah meluangkan waktu bersama keluarga ke Jatim Park.

Melihat skala, cakupan, dan isi dari masing-masing objek wisata di Jawa Timur Park Group ini, tidak heran jika timbul pertanyaan. Siapa orang yang punya visi begitu maju ini? Ia adalah Paul Sastro Sendjojo yang merupakan pendiri dari Jatim Park Group.

“Dimulai dari keprihatinan terhadap kurangnya lokasi pariwisata di area Kota Batu. Sedangkan lokasi Kota Batu yang dikelilingi pegunungan serta cuaca sejuk sangatlah cocok untuk dijadikan destinasi wisata. Akhirnya, tercetuslah ide untuk membuat tempat rekreasi di Batu yang sejak zaman Belanda  memang telah dijadikan lokasi peristirahatan,” kata Paul yang menerima penghargaan The Best Industry Marketing Champion 2019 untuk kategori tourism.

Paul menambahkan bahwa tujuannya bukan sekadar membangun destinasi wisata. Lebih dari itu, dia ingin menciptakan destinasi yang membuat orang bisa berekreasi sekaligus mendapatkan ilmu dan pengetahuan.

Memang, Jatim Park Group bisa dikatakan wahana edukasi yang memberikan gambaran aplikasi dari ilmu pengetahuan seperti kimia, biologi, fisika, geologi, hingga pembelajaran tentang berbagai jenis makhluk hidup termasuk tubuh manusia. Bisa pula menikmati wisata sejarah tentang transportasi dunia beserta segala bentuk hasil inovasi dan karya anak bangsa.

Tidak hanya itu, Jawa Timur Park Group juga punya misi untuk mengenalkan budaya lokal. Kemudian,  meningkatkan, melestarikan, dan mengembangkannya budaya, kekayaan alam,  sesuai kearifan lokal. “Tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja dan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” katanya.

Pembangunan objek-objek yang ada di Jawa Timur Park Group dilakukan secara bertahap. Jatim Park 1 beroperasi pertama pada tahun 2001. Sejak itu, objek-objek wisata lain menyusul pembangunannya dengan diferensiasi yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Jatim Park 1 untuk pembelajaran budaya Indonesia dan pengetahuan alam yang dilengkapi dengan wahana permainan anak-anak dan waterpark.

Kemudian, ada Bagong Adventure Museum Tubuh yang merupakan museum interaktif dan menyajikan edukasi anatomi tubuh. Museum ini memiliki 5 cadaver atau tubuh manusia yang diawetkan untuk edukasi. Lalu, Jatim Park 2 terdiri dari Museum Satwa dan Batu Secret Zoo. Wahana ini memiliki 1.000 lebih koleksi binatang dari 5 benua dalam diorama dan koleksi 300 spesies satwa unik.

Beda lagi dengan Jawa Timur Park 3 yang memiliki Dino Park untuk mempelajari sejarah dan jenis-jenis dinosaurus. Ada juga Museum Musik dan Fun Tech Plaza, tempat bermain dengan teknologi tinggi. Ditambah dengan Museum Musik Dunia yang mengoleksi 1.000 lebih instrumen alat musik dari 30 Negara.

Bagaimana Jatim Park Group  merumuskan objek-objek wisata ini? Menurut Paul, awalnya membaca potensi pasar dulu, kemudian membuat konsep tempat wisata yang berbeda baik dengan yang sudah ada dan mengadopsi dari berbagai tempat di negara Lain. “Keistimewaan dan keunikan dari masing-masing tempat wisata ini menjadi daya tarik tersendiri dan menjadikan bisnis kami berkembang,” kata Paul.

Tidak terelakkan, dengan banyaknya jumlah objek wisata yang tergabung dalam Jawa Timur Park Group, ada satu-dua objek yang menjadi favorit pengunjung.  Saat ini, Jawa Timur Park 3 menjadi tempat favorit wisatawan. Mengingat objek ini terbilang cukup baru dan menyajikan keberagaman hiburan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di Indonesia.  “Agar objek lain tetap ramai, kami melakukan internal promotion di seluruh objek Jawa Timur Park Group. Hasilnya, rata-rata pertumbuhan sekitar 10% per tahun,” tambahnya.

Jawa Timur Park Group juga menggiatkan promosi di ranah online untuk menjaga pertumbuhan. Dilakukan dengan menggandeng online travel agent (OTA) untuk menggaet pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan para vlogger dan influencer. “Kami juga melakukan promosi di 10 inflight magazine yang terbang di domestik dan luar negeri,” pungkasnya.








To Top