Retail & Property

Kelas Menengah dan Bawah Akan Dominasi Pasar Properti Tahun Depan

Berdasarkan data Rumah.com Property Market Outlook 2020, harga properti tetap mengalami kenaikan secara kuartalan maupun tahunan, namun optimisme penjual tidak sebesar tahun lalu jika dilihat dari suplainya.

Permintaan pasar masih akan tetap didominasi dari kalangan menengah dan menengah bawah. Namun, pelonggaran LTV dan PPnBM diharapkan dapat meningkatkan optimisme pasar properti kelas atas.

“Minat terhadap properti residensial seken hampir sama besar dengan properti residesial baru. Pencari hunian lebih mengutamakan lokasi dan sarana transportasi umum yang terdapat di sekitar hunian,” ungkap Ike Hamdan, Head of Marketing Rumah.com.

Sementara itu, survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan perlambatan pertumbuhan kredit baru pada kuartal ketiga 2019. Berdasarkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT), permintaan kredit baru pada Q3 2018 turun menjadi 68,3% dibandingkan kuartal sebelumnya 78,3%.

Melambatnya penyaluran kredit konsumsi terutama disebabkan turunnya permintaan kredit konsumsi. Perlambatan pertumbuhan kredit konsumsi terutama bersumber pada melambatnya kredit kepemilikan rumah/apartemen dan kredit multiguna.

Survei Bank Indonesia menunjukkan perkiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, di mana kebijakan pada kuartal keempat 2019 diperkirakan lebih longgar. Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama pada kredit pemilikan rumah/apartemen, investasi, dan kredit UMKM. Aspek kebijakan pelonggaran penyaluran antara lain pada plafon kredit, suku bunga, dan agunan.

Kebijakan pelonggaran ini diharapkan dapat membantu menjawab keluhan responden Rumah.com Property Affordability Sentiment Index, yang merasa syarat KPR terlalu rumit dan uang muka terlalu besar.

Kebijakan Pemerintah melonggarkan Loan To Value (LTV) atau uang muka untuk pembelian rumah kedua serta pelonggan PPnBM untuk rumah mewah bisa meningkatkan dinamika pasar properti menengah atas dan mewah, yang sedang lesu.

“Pasar properti nasional di tahun 2020 akan lebih positif, setelah tertahan di 2019. Hal yang perlu diantisipasi adalah Hari Raya Idul Fitri dan respon pasar terhadap situasi politik nasional serta ancaman ekonomi global,” tutup Ike.

 

Editor: Eko Adiwaluyo








To Top