Government & Public Services

Kemenpar Sosialisasikan Homestay Desa Wisata di Tana Toraja

Sumber: 123RF

Pariwisata terbukti memiliki potensi yang besar untuk perekonomian Indonesia. Efek luar terhadap berbagai sektor ekonomi menjadikan pariwisata sebagai sektor yang terus digenjot oleh pemerintah. Mewujudkan hal ini, Kementerian Pariwisata mensosialisasikan program Homestay Desa Wisata di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata, pemanfaatan hunian penduduk desa untuk dijadikan sebagai penginapan akan mendorong nilai pariwisata suatu daerah.

“Pengembangan Homestay Desa Wisata dapat memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat desa. Kegiatan pengelolaan homestay ini diharapkan mampu mendukung amenitas untuk target 20 juta wisatawan masuk ke Indonesia pada tahun 2019,” ujar Anneke lewat pernyataan resmi pada Minggu (16/06/2019)

Dilanjutkan oleh Anneke, pengembangan sektor wisata di daerah sangatlah penting. Untuk itulah, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran potensi ekonomi, terutama di sektor pariwisata. Salah satunya adalah menyediakan layanan penginapan dan hospitaliy kepada wisatawan yang datang.

“Indonesia juga memiliki potensi keberagaman hunian yang lebih banyak dibandingkan negara ASEAN lainnya. Keberagaman ini dapat menjadi aset pariwisata. Selain itu, homestay juga memiliki keunikan di mana lewat konsep home sharing, wisatawan bisa memiliki pengalaman tinggal bersama penduduk lokal dan beraktivitas bersama,” lanjut Anneke.

Sosialisasi dari Kemenpar ini tidak hanya memperkenalkan program homestay kepada masyarakat. Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata juga memberikan Buku Panduan Pengembangan Homestay yang mengacu pada standar ASEAN sebagai bahan edukasi bagi masyarakat pelaku usaha. Hingga kini, desa wisata yang telak sukses melakukan program homestay adalah Desa Penglipuran, Bali.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top