Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Wujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik

profile photo reporter Eko Adiwaluyo
EkoAdiwaluyo
22 September 2022
marketeers article
Foto: www.123rf.com
Pemerintah sedang menggencarkan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di berbagai daerah di Indonesia. Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan para pejabat pusat dan daerah menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas.
“Pemerintah sudah mempersiapkan regulasi dan strategi untuk mewujudkan rencana tersebut.  Salah satunya, Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 Tahun 2019. Terbaru, ada Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang penggunaan KBBLB sebagai kendaraan dinas operasional, “serta kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Supriyadi, Direktorat Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dalam workshop bertajuk Percepatan Penerapan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai di Indonesia yang diselenggarakan The International Council on Clean Transportation (ICCT) bersama Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), (21/09/2022).
Namun begitu, menurut Florian Kitt, Energy Specialist Energy Divison Southeast Asia Department, the Asian Development Bank (ADB) salah satu masalah besar pengembangan kendaraan berbasis listrik adalah biaya. Perlu lembaga nonpemerintah yang ikut mendukung program kendaraan listrik.
“Pendanaan program kendaraan listrik akan didukung penuh oleh bank internasional seperi ADB dan World Bank. Kami juga berupaya menggerakkan investor, kita sudah diskusikan itu dengan McKinsey,” kata Florian.
Selain ADB, Pemerintah Inggris juga siap mendukung program tersebut Ridwan Kurniawan, Program Manager United Kingdom Partnership for Acceleration of Climate Transition (UK PACT) Program for Indonesia mengatakan, Pemerintah Inggris siap mendukung pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia.
“Ini merupakan salah satu kegiatan atau program yang mendapatkan perhatian oleh Pemerintah Inggris. Sehingga punya kemungkinan besar untuk mendapat pendanaan. Kami juga mengajak semua pihak bekerja sama dengan model produk pembiayaan yang telah disediakan dari World Bank dan ADB,” katanya.
Pemerintah Daerah dan Swasta
Pemerintah DKI Jakarta juga sudah menggunakan kendaraan listrik, khususnya pada armada bus Transjakarta. Bus listrik Transjakarta resmi beroperasi pada Maret 2022 dengan jumlah 30 unit.  Payung hukumnya Peraturan Gubernur No. 90 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah yang berketahanan Iklim.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir menjelaskan, Pergub DKI Jakarta berisi tiga komitmen pembangunan rendah karbon.  Pertama, implementasi 100 bus listrik pada rute Transjakarta sampai akhir 2022.  Kedua, mengganti separuh bus Jakarta menjadi armada listrik secara bertahap sampai 2025. “Ketiga, akan mengganti 100 persen armada Bus Rapid Transit (BRT) dengan bus listrik pada 2030,” ujarnya.
Pada tahun yang sama, ujar dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menandatangani Deklarasi Jalan Bebas Bahan Bakar Fosil C40 pada 2021. Jakarta bergabung dengan 39 kota lainnya dari seluruh dunia untuk mewujudkan mobilitas bersih.
Penetapan jumlah target implementasi bus listrik Transjakarta tidak lepas dari peran lembaga mitra. KPBB, ICCT, World Research Institute (WRI), dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) memberi bantuan teknis dengan pembiayaan dari pemerintah Jerman untuk memastikan keberhasilan adopsi kendaraan listrik pada Transjakarta.
Untuk memuluskan target Pemprov DKI, pengelola Transjakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sektor swasta. Harapannya, target elektrifikasi lebih dari 10 ribu unit bus Transjakarta pada tahun 2030 bisa tercapai.
Bluebird, perusahaan transportasi swasta, turut serta menjadi bagian percepatan penggunaan kendaraan listrik. Bahkan, Bluebird merupakan pelopor penggunaan taksi berbasis listrik di Indonesia. Dimulai sejak 2020 dengan 29 armada, kini Bluebird terus menambah armada kendaraaan listrik mereka sampai 200 unit. Pada tahun 2022, Bluebird bahkan menambah investasi sebanyak Rp 32,5 miliar untuk pengadaan mobil listrik.
“Mobil listrik Bluebird baru tersedia di Jakarta dan Bali. Rencananya ke depan Bluebird bakal menyediakan layanan mobil listrik di Semarang,” kata Suratmanto, Technical Service Manager PT Bluebird.

    Related