Government & Public Services

Koperasi dan UKM Juga Butuh Revolusi Mental

Koperasi dan UKM merupakan identitas bangsa Indonesia. Namun, belum adanya semangat gotong royong antara yang satu dan lainnya menjadikan kedua tulang punggung Indonesia itu berjalan sendiri-sendiri. Karenanya, nilai-nilai dalam Revolusi Mental harus dilaksanakan oleh koperasi dan UKM Indonesia.
Tahun 2015 nampaknya akan menjadi batu lompatan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih baik. Hal ini tercermin dari upaya melakukan Revolusi Mental dengan harapan dapat dijalankan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk koperasi dan UKM Indonesia.
Karenanya, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengajak para pelaku koperasi dan UKM untuk bersatu, bersinergi, dan melakukan Revolusi Mental untuk bangkit bersama. “Saya menyambut baik hasil karya Tim Kelompok Kerja (POKJA) yang diketuai oleh Prof. Paulus Wirutomo. Revolusi Mental ini berangkat dari Trisakti dalam berpolitik. Kita harus mampu menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan memiliki nilai-nilai nasionalisme. Secara ekonomi kita harus mandiri, kreatif dan produktif untuk meningkatkan daya saing,” ungkap Puspayoga.
Puspayoga juga menekankan bahwa dari sisi kebudayaan seluruh masyarakat harus saling menghargai dan bergotong-royong, khususnya para pelaku koperasi dan UKM. Menurutnya, gotong royong adalah poin utama dari koperasi. “Saya mengajak para pelaku koperasi dan UKM untuk menjadi pionir untuk memulai Revolusi Mental. Hal ini diawali dengan melaksanakan semua program sesuai dengan aturan yang telah ada. Tidak boleh melenceng menyalahi aturan,” katanya.

Lantas bagaimana agar gerakan besar ini terlaksana dengan baik? Akan dibawa kemana Koperasi dan UKM Indonesia? Temukan jawabanya di Majalah Marketeers edisi Februari 2015 yang bertajuk Revolusi Mental: Making Indonesia WOW!

MARKETEERS X








To Top