Kuartal Satu Tahun 2022, Kinerja Bisnis Kata.ai Tumbuh 80%

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
31 Mei 2022
marketeers article
Ilustrasi chatbot (Sumber: 123RF)
Perusahaan rintisan (startup) kecerdasan buatan, Kata.ai mencatatkan pertumbuhan bisnis positif sebesar 80% pada kuartal satu tahun 2022 dibandingkan periode yang sama tahun 2021 (year-on-year/yoy). Pandemi COVID-19 selama dua tahun ke belakang menjadi pendorong peningkatan pertumbuhan bisnis perusahaan.
Irzan Raditya, CEO dan Co-Founder Kata.ai mengatakan, digitalisasi semakin merata dan menyentuh berbagai lapisan kehidupan masyarakat. Hal ini terlihat dari masifnya teknologi yang disediakan industri dalam melayani kebutuhan masyarakat lewat akses internet.
“Pada awal tahun 2022, kami mampu meraih catatan positif dengan pertumbuhan bisnis sebesar 80% (yoy) serta peningkatan pengguna aktif sebesar 170% dan peningkatan dua kali lipat growth conversations pada semua lini chatbot yang diproduksi terhadap lebih dari 150 bisnis yang dibantu oleh Kata.ai,” ujar Irzan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (31/5/2022).
Irzan melanjutkan, peningkatan ini juga didukung oleh kondisi pandemi yang menjadikan teknologi chatbot sebagai alternatif solusi bisnis dalam melayani konsumen di beragam medium. Selain pandemi, faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan bisnis adalah kelebihan chatbot yang dapat dioperasikan selama 24 jam dalam tujuh hari. Termasuk, kemampuan melayani konsumen 100% secara real time dengan teknologi natural language processing yang diciptakan senatural percakapan masyarakat sehari-hari.
Dalam keadaan penuh keterbatasan saat pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial, piranti tersebut sangat bermanfaat untuk menjaga layanan. Irzan menyebut, sebagian besar chatbot Kata.ai digunakan untuk customer service, yaitu sebanyak 71%. Kemudian, diikuti oleh asisten virtual sebesar 12%.
Dia pun optimistis, ke depan pengguna chatbot akan semakin masif lagi meski pandemi telah ditangani. Terlebih lagi, saat ini ekosistem dan kebiasaan layanan online telah terbentuk. “Hal ini terlihat dari rerata industri di Indonesia yang mampu mengolah 20.000 sampai 30.000 pengguna aktif setiap bulannya. Contohnya, chatbot IM3 milik Indosat Ooredoo Hutchison merupakan salah satu chatbot tersibuk dengan melayani 46.000 user setiap harinya dengan total pengguna aktif yang mencapai satu juta per bulannya,” pungkasnya.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related