Automotive

Kunci Sukses Yusak Kristian Jaga Pertumbuhan Astra Otoparts

PT Astra Otoparts Tbk sebagai pendukung industri otomotif memainkan perannya dengan sangat baik. Meski industri otomotif nasional beberapa tahun terakhir belum mampu tumbuh secara signifikan (stagnan), AOP tetap mendulang pertumbuhan positif. Salah satu sosok yang berpengaruh dalam menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan adalah Yusak Kristian, Direktur PT Astra Otoparts Tbk.

“Kami akui industri otomotif terus bergerak stagnan, bahkan prediksinya hingga tahun depan. Meski begitu, pertumbuhan bisnis AOP masih positif di atas pertumbuhan rata-rata industri. Portofolio bisnis yang kami jalankan pun cukup unik dan menarik hingga mampu menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan,” ujar Yusak.

AOP memiliki dua segmen bisnis. Pertama, segmen business-to-business (B2B) sebagai original equipment manufacturer (OEM) yang menyediakan suku cadang kendaraan ke berbagai merek, baik yang tergabung di grup Astra International maupun di luar grup Astra. Kedua, segmen business to consumer (B2C). Di sini, AOP menjalankan bisnis trading suku cadang untuk para pemilik kendaraan, baik untuk pasar lokal maupun ekspor ke beberapa negara. Untuk porsinya, bisnis OEM masih menyumbang sekitar 55% dari total pendapatan perusahaan.

Meski hanya 45%, bisnis trading atau spare part untuk replacement ini kerap menyelamatkan performa perusahaan di kala industri otomotif melemah. Jika diperhatikan, pertumbuhan bisnis OEM -yang berkontribusi hingga 55%- sangat terpengaruh oleh performa para agen pemegang merek kendaraan di Tanah Air. Ketika industri otomotif bergerak di tempat, maka performa perusahaan OEM pun tidak jauh berbeda.

“Saat ini,  bisnis trading suku cadang sebagai replacement dibutuhkan oleh para pemilik kendaraan ketika suku cadang kendaraan mereka seperti aki sudah harus diganti. Bisnis ini pun cukup menantang dan terus membesar seiring bertambahnya populasi kendaraan yang rata-rata umur pemakaiannya mencapai 10 tahun,” lanjut Yusak.

Di dalam menjalankan bisnis ini, AOP menjajaki produknya ke jaringan ritel milik sendiri melalui Shop&Drive dan rekanan penjual suku cadang lainnya. Mendekatkan diri ke konsumen pun menjadi fokus strategi AOP. Salah satu caranya dengan memperkuat jaringan Shop&Drive sebagai platform B2C mereka. Hingga kini, Shop&Drive memiliki 375 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan offline ini pun diperkuat dengan jaringan digital, seperti call center 24 jam dan kanal penjualan online, AstraOtoshop.

Peran inovasi digital ini pun sangat strategis, bukan sekadar pemanis. Kehadiran AstraOtoshop dinilai mampu menjawab berbagai batasan yang selama ini terjadi di kanal konvensional. Misalnya, untuk menjawab pemesanan produk untuk segmen B2B bersama para diler.

Bukan hanya itu, Yusak Kristian punya banyak cara memaksimalkan omnichannel yang mereka miliki. Temukan selengkapnya di Majalah Marketeers edisi Des 2019-Jan 2020.








To Top