Finance

Lakuemas dan PT Antam Dukung Digital Savvy Investasi Emas

SUMBER: LAKUEMAS

Lakuemas, platform jual, beli, tarik fisik emas, memperkenalkan cara baru beli emas dengan mengusung konsep investasi emas secara O2O (online to offline). Untuk menghadirkan produk dan layanan tersebit, Lakuemas menjalin kerja sama dengan PT Antam sebagai Official Reseller Partner.

Berdiri di bawah naungan PT Central Mega Kencana, salah satu manufaktur dan retailer perhiasan di Indonesia, setiap emas yang dibeli pun akan disimpan di brangkas PT Central Mega Kencana untuk menjaga keamanan.

“Emas sendiri adalah instrumen investasi yang tidak lekang oleh waktu. Sampai saat ini pun masih memiliki demand yang tinggi. Lakuemas menghadirkan jasa transaksi jual beli emas digital yang mudah diakses dan terpercaya. Melalui platform ini, investasi emas bisa dimulai dari Rp 50.000,” ujar Junior Sambyanto, Business Development Director Lakuemas dalam rilisnya.

Lakuemas menghadirkan emas digital yang lebih menguntungkan dibanding dengan investasi emas konvensional. Melalui Lakuemas, pengguna dapat melakukan transaksi di mana saja dengan menggunakan aplikasi.

Pengguna juga dapat melakukan tarik fisik emas digital melalui lebih dari 100 toko emas mitra Lakuemas, yang tersebar di 12 kota ataupun melalui ATM Lakueman yang saat ini sudah tersedia di Summarecon Mall Serpong, Mall Kelapa Gadig 2, AEON Mall JGC, dan Pondok Indah Mall.

“Kami berencana untuk terus menambah ATM kami dan memperluas kerja sama dengan toko emas sebagai sarana pengambilan fisik emas dan tukar perhiasaan bagi konsumen Lakuemas,” lanjut Junior.

Lakuemas juga memiliki komitmen untuk mengedukasi publik akan pentingnya investasi bagi masa depan dan manfaat dari investasi emas. Karena itu, Lakuemas menghadirkan Gold Investment Series Talkshow. Sesi bincang-bincang yang membahas tren investasi emas, perkembangan harga emas, emas digital, situasi permintaan perhiasaan emas, dan juga logam mulia terkini.

“Kami berharap melalui Gold Investment Series Talkshow ini dapat memberikan pengaruh dan mempersuasi kaum digital savvy di Indonesia untuk berinvestasi,” tutup Junior.

 

Editor: Eko Adiwaluyo








To Top