Finance

Layanan Haji dan Payroll Jadi Kunci Pertumbuhan BRI Syariah

BRIsyariah membukukan laba sebelum pencadangan sebesar Rp 776,771 miliar, meningkat sebesar 30,35% dibanding tahun 2017. Asset BRIsyariah juga tumbuh sebesar 20,20% YOY menjadi Rp 37,91 triliun dari Rp 31,54 triliun pada tahun 2017.

Kinerja positif BRIsyariah di tahun 2018 ditunjang oleh Dana Pihak Ketiga khususnya pertumbuhan dana murah (CASA) melalui pemanfaatan akses jaringan layanan haji dan payroll karyawan dan secara YOY, pertumbuhan dana murah BRIsyariah pada tahun 2018 naik sebesar 24,02%.

Pada tahun 2019, diharapkan pertumbuhan dana murah ini dapat terus meningkat sehingga komposisi CASA dibanding dengan total dana pihak ketiga BRIsyariah ke depan dapat menekan biaya dana dan mengoptimalkan keuntungan bagi stakeholders. Upaya pencapaian tersebut akan didorong berbagai program dan strategi yang telah disiapkan, termasuk dengan meningkatkan kerjasama payroll dengan institusi.

Total, sepanjang Desember 2018, BRIsyariah telah menjalin kerjasama baru dengan berbagai institusi baik swasta, BUMN maupun satuan kerja di bawah kementrian dan lembaga negara. Selain tabungan payroll, dukungan terhadap ekosistem haji umrah menjadi kunci peningkatan CASA.

Di sisi pembiayaan, pertumbuhan pembiayaan yang memiliki profil risiko rendah merupakan pendorong utama pertumbuhan pembiayaan. Pada tahun 2018, BRIsyariah menunjukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 14,96%.  Pada tahun 2019, pembiayaan BRIsyariah akan tetap fokus pada segmen bisnis konsumer sebagai long-term key growth driver dan komersil sebagai short-term key growth driver yang diharapkan dapat menciptakan trickle down business bagi segmen bisnis lainnya termasuk konsumer. Namun di sisi lain, BRIsyariah juga akan fokus pada pengelolaan Non-Performing-Financing dan terus mengevaluasi kontrol terhadap risiko.

Sinergi dengan induk pun akan terus ditingkatkan di berbagai bidang, antara lain Sumber Daya Insani dan pengembangan jaringan untuk pendalaman pasar di wilayah-wilayah “blank-spot” BRIsyariah baik di bidang pendanaan, transaksi bisnis maupun operasional guna mendukung pertumbuhan bisnis dengan cara efisien.

Sinergi ini terwujud melalui Kantor Layanan Syariah atau yang disebut dengan KLS (yaitu unit kerja BRI yang melayani transaksi Syariah) yang jumlahnya akan terus bertambah. Tercatat pada Desember 2018, terdapat 1.103 KLS di unit kerja BRI di seluruh Indonesia.

Editor: Sigit Kurniawan

 

MARKETEERS X








To Top