Media

Lima Cara Layanan Streaming Ubah Bisnis Televisi Konvensional

PHOTO CREDIT: 123RF

Pada tahun 2011, Netflix mengalahkan HBO dalam mengambil hak tayang serial drama House of Cards, yang disutradarai oleh David Fincher dan dibintangi oleh Kevin Spacey. Langkah ini dapat dibilang sangat berani, mengingat Netflix masih baru dalam bisnis layanan streaming pada masa itu.

Selanjutnya, Netflix sebagai layanan streaming makin berfokus dalam memproduksi konten orisinal. Sementara, para pesaingnya, seperti Hulu dan Amazon Prime masih berjuang menentukan arah bisnis mereka.

House of Cards kemudian tidak hanya menjadi serial yang sukses tetapi juga mengubah cara main dari layanan streaming. Dan, selama satu dekade, para pemain dalam bisnis ini pun berfokus pada produksi konten orisinal berkualitas yang mengubah model televisi konvensional.

Melihat kembali ke belakang, berikut lima area yang terkena dampak dari perubahan lanskap layanan streaming menurut Forbes.

Perilaku Binge Watching

Binge watching memang bukan kebiasaan yang asing, melainkan sudah banyak orang yang melakukannya. Namun, kebiasaan ini makin identik dengan layanan streaming karena biasanya mereka merilis konten orisinal satu musim dalam satu hari. Seperti Netflix yang menurunkan musim pertama House of Cards dalam satu hari.

Cara layanan streaming yang menurunkan satu musim dalam satu hari pun sangat cocok dengan perilaku generasi milenial dan Gen Z. Keduanya lebih suka mengonsumsi konten yang dapat disesuaikan dengan jadwal mereka tanpa harus menunggu siaran di televisi.

Ke depannya, televisi kabel akan mencoba bereksperimen dengan cara layanan streaming agar bisa terus menarik audiens, kecuali untuk siaran langsung.

Lebih Banyak Konten Tersegmentasi

Program siaran televisi selalu diperuntukkan untuk khalayak yang luas. Begitulah acara seperti Friends,The Big Bang Theory, dan NCIS berkembang dan disiarkan begitu lama. Namun, dengan berubahnya kebiasaan menonton, penonton setia menjadi komoditas yang berharga.

Para pemain dalam bisnis layanan streaming diharapkan dapat cepat tanggap dalam memproduksi konten yang dapat dinikmati oleh khalayak kecil yang tersegmen. Salah satu contohnya Netflix menawarkan Making a Murderer untuk penyuka drama kriminal. Selain itu, Hulu juga menyediakan Marvel’s Runaways untuk pecinta superhero dengan sentuhan cerita remaja.

Untuk menarik lebih banyak penonton, beberapa layanan streaming telah berkomitmen hingga miliaran dolar untuk menghasilkan konten orisinal. Hal ini yang tidak dapat diikuti oleh media televisi konvensional karena keterbatasan jadwal siaran.

Lahirnya Layanan Streaming Baru

Pada akhir tahun 2019, Apple dan Disney telah meluncurkan layanan streaming terbaru mereka. Sedangkan pada awal tahun 2020, HBO Max dari WarnerMedia juga akan diluncurkan.

Munculnya beberapa layanan streaming baru itu menjadi langkah perusahaan media tradisional bersaing dengan Netflix, Amazon, dan Hulu. Tidak hanya itu, mereka juga berkeinginan merebut kembali beberapa acara hits mereka, seperti HBO Max yang kembali mengambil Friends, yang sebelumnya menjadi salah satu penawaran terbaik di Netflix.

Streaming menjadi cara baru bagi perusahaan media untuk bertahan. Media lainnya diperkirakan akan mengikuti langkah Disney, Apple, dan WarnerMedia. Namun, outlook jangka panjang dari layanan streaming ini masih dipertanyakan.

Iklan Televisi Terus Terpuruk

Satu dekade lalu, iklan televisi menjadi bisnis yang menjanjikan. Memasuki 2020, bisnis ini harus siap menghadapi penurunan pengeluaran karena kebangkitan konten streaming.

Hal ini juga disebabkan oleh menurunnya audiens televisi dalam beberapa tahun terakhir. Meski iklan televisi masih berusaha bertahan dengan beberapa acara tahunan seperti olimpiade atau pemilu, namun pengiklan telah mencapai titik kritis.

Pengeluaran iklan televisi sudah dipastikan akan terus terpuruk. Memang, belum ada yang bisa memprediksinya. Tetapi yang menjadi menarik adalah apakah Amazon dan Netflix nantinya akan mengubah kebijakan iklan mereka karena adannya penurunan minat?

Rating Televisi Akan Berkembang dan Berubah

Selama ini rating dari Nielsen selalu dikritik, tetapi tidak ada yang bisa menghasilkan opsi yang lebih baik. Ini membuat Nielsen menjadi satu-satunya perusahaan yang mengelola rating televisi. Dan, kehadiran layanan streaming tengah mengubah itu semua.

Sampai saat ini rating masih sangat dibutuhkan untuk mengetahui konten apa yang populer dan tidak. Selain itu, rating juga dapat berpengaruh dalam menggaet lebih banyak pelanggan dan kemenangan di Emmy. Karena itulah diperlukan sistem yang lebih baik dalam mengukur konten orisinal dalam layanan streaming.

Most Popular








To Top