Career

Lima Tips Work from Home ala Google Agar Tetap Profesional

Photo Credits: 123rf

Fenomena penyebran virus COVID-19 mau tak mau mengharuskan sejumlah pekerja untuk tetap tinggal di rumah. Bagi mereka yang tidak terbiasa, perubahan pola kerja dengan konsep work from home untuk jangka waktu lama bisa menjadi transisi menantang.

Namun, bagi perusahaan yang telah lama menerapkan konsep ini, seperti Google, konsep work from home telah lama diperhatikan.

Tim People Analytics Google bahkan sempat melakukan penelitian kepada lima ribu karyawan dari berbagai perusahaan untuk mengetahui apa saja tantangan yang muncul saat harus berkolaborasi dengan rekan kerja dari zona waktu dan lokasi berbeda.

Studi yang berlangsung selama dua tahun tersebut menemukan, konsep work from home memiliki efektivitas yang sama dengan bekerja di kantor. Hanya saja, proses yang diterapkan belum tentu mudah atau menyenangkan.

Merujuk hasil studi tersebut, Google membagikan lima tips work from home untuk membantu Anda agar tetap dapat bekerja secara profesional. Apa saja?

Bicara dengan satu sama lain

Meskipun bekerja dari rumah, ciptakanlah peluang untuk berkomunikasi seperti biasa dengan rekan kerja Anda. Anda dapat memulai percakapan sederhana, seperti menanyakan kabar atau berita terbaru ketika rapat video call dimulai.

Selain itu, ciptakanlah suasana grup chat yang selalu aktif. Selain untuk berbagi informasi terkait pekerjaan, Anda bersama anggota grup juga dapat menyampaikan pesan-pesan lucu dan menarik.

Pastikan untuk tetap hadir dan menyimak

Salah satu tantangan bekerja secara virtual yang mungkin Anda hadapi adalah melewatkan informasi ketika mematikan mikrofon atau saat fokus ke layar laptop. Jadi, pastikan Anda menyalakan mikrofon dan simaklah penjelasan rekan-rekan kerja Anda. Dalam memberikan balasan, Anda dapat menganggukkan kepala atau menjawab dengan bergumam.

Pastikan juga untuk menjauhkan ponsel Anda ketika sedang melakukan video conference, kecuali jika Anda menggunakan ponsel untuk mencatat poin-poin penting. Anda juga harus memastikan agar wajah Anda terlihat jelas di layar video conference. Kemudian, lakukan kontak mata dan ekspresikan reaksi Anda dengan jelas.

Jangan lupakan rekan yang berada jauh

Terkadang, anggota tim yang tinggal di lokasi yang jauh dapat mengalami kesulitan untuk menyampaikan pendapat saat rapat lantaran kendala tertentu. Oleh karena itu, Anda bisa membantu dengan memberi mereka kesempatan untuk bicara.

Ketika rapat memasuki tahap diskusi, dahulukan rekan yang berada di lokasi yang paling jauh untuk berbicara dan menyampaikan pendapat. Jika Anda melihat ada rekan satu tim yang ingin bicara, berhentilah sejenak dan beri mereka kesempatan.

Jangan lupa sapa mereka. Kirimkan pesan instan untuk menyemangati rekan-rekan satu tim. Hal tersebut dapat berupa artikel terkait project yang sedang dikerjakan atau bahkan foto-foto lucu agar suasana tetap cair dan menyenangkan. 

Tetapkan aturan main

Aturan dapat memperjelas ekspektasi kerja tim. Namun, terkadang aturan ini tidak ditetapkan dengan jelas sehingga dapat membingungkan rekan satu tim.

Anda dapat mendorong anggota tim untuk membuat aturan terkait komunikasi atau pengambilan keputusan. Sebagai contoh, kapan waktu untuk menjawab e-mail atau berhenti berkomunikasi, hingga alur penyampaian informasi di zona waktu yang berbeda.

Jangan lupa untuk menetapkan aturan terkait waktu rapat di luar jam kerja yang boleh atau tidak boleh diikuti oleh anggota tim. 

Makan bersama ketika video call

Coba atur rapat tanpa agenda untuk sekadar menanyakan kabar. Veronica Gilrane, Manager People Innovation Lab Google mengatakan, seminggu sekali ia mengadakan rapat tanpa agenda khusus untuk sekadar menanyakan kabar rekan-rekan satu tim.

Ia juga mendorong rekan kerja satu tim yang tinggal di lokasi berbeda untuk video call ketika sarapan atau makan siang. Hal ini dilakukan untuk mempererat ikatan dengan sesama anggota tim.

“Dengan melihat wajah rekan kerja satu tim, meski rasa yang diperoleh tidak sama seperti bertemu langsung, namun hal ini tetap membantu. Anda dapat membaca emosi sekaligus mengetahui keadaan mereka,” tutur Veronica.

Baca juga: Kunci UMKM Tetap Cuan Meski Work from Home

Most Popular








To Top