Retail & Property

Logistik Masih Jadi Persoalan e-Commerce

Pengiriman barang dalam bisnis e-commerce masih perlu diperbaiki. Hal itu demi memberikan pengalaman berbelanja terbaik bagi konsumen. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan menyediakan layanan same day delivery. Namun, tidak berarti layanan tersebut cukup memuaskan pelanggan karena banyak aspek lain yang harus dipenuhi.

Haikal Bekti Anggoro, SVP Operations Lazada Indonesia, menjelaskan logistik masih menjadi persoalan dalam bisnis e-commerce. Karena, bukan hanya memastikan produk benar-benar sampai kepada pembeli. Tetapi, mereka harus memastikan barang tiba dengan kondisi terbaik. Permasalahan lainnya adalah biaya pengiriman yang bisa jadi berbeda-beda dan mahal.

“Untuk memperkaya pengalaman berbelanja konsumen, kami terus berinovasi di bidang logistik. Salah satunya dengan mencoba menghadirkan layanan one day delivery service untuk pengiriman dalam kota. Sedangkan untuk berbeda kota ada next day delivery,” ujar Haikal.

Sejak resmi dirilis tujuh tahun lalu, Lazada terus mengembangkan layanan-layanan guna menarik perhatian konsumen. Salah satunya adalah logistik. Dengan Lazada Express, mereka memberikan pilihan kepada pelanggan untuk jasa antar barang selain 3PL (Third Party Logistic).

Biaya pengiriman yang bisa jadi mahal bergantung pada jarak pengiriman juga menjadi persoalan. Karena, pada dasarnya konsumen tertarik dengan layanan yang membuat mereka membayar lebih murah. Untuk hal tersebut, Haikal menjelaskan Lazada masih berupaya untuk mencari jalan keluar agar bisa menjangkau konsumen dengan lebih luas. Pasalnya, pasti ada biaya lebih yang memang harus diperhitungkan.

“Dengan back up dari Alibaba, kami berusaha terus berkembang. Kami sangat fokus untuk membentuk inovasi, mengembangkan opsi logistik kami. Karena, penting untuk berkonsentrasi pada pengembangan perusahaan sehingga dapat berjalan lama,” tambah Haikal.

 

Editor: Eko Adiwaluyo








To Top