Maksimalkan PMN Rp 1,2 Triliun, Pelindo Bangun Pusat Maritim Bali

profile photo reporter Ranto Rajagukguk
RantoRajagukguk
12 Juli 2022
marketeers article
Pelindo Bersama Port of Los Angeles Kembangkan Green Port. (FOTO: Dok Pelindo)
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memaksimalkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,2 triliun tahun 2021 untuk pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) atau Pusat Wisata Kemaritiman Bali. Pembangunan tersebut khususnya untuk pengerukan alur dan kolam pelabuhan.
Ali Mulyono, Sekretariat Perusahaan Pelindo mengatakan dukungan pemerintah dalam pengembangan BMTH itu akan memberikan dampak ekonomi bagi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat secara langsung. Hal itu mulai dari penerimaan pajak daerah, devisa dari wisatawan asing, hingga pertumbuhan UMKM di kawasan Bali dan sekitarnya.
“Dari awal pembangunan BMTH ini diniatkan untuk memberikan semacam dampak berantai guna mendukung pengembangan ekonomi wisata di kawasan Bali sehingga mampu meningkatkan pendapatan warga melalui pengembangan UMKM dan pemerintah,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (12/7/2022).
Pihaknya tak hanya melakukan percepatan pembangunan di sisi darat, namun juga fokus pada pembangunan fasilitas di sisi laut, khususnya kolam dan alur kapal. Pembangunan di sisi laut dinilai sangat krusial mengingat BMTH diproyeksikan mampu melayani kapal-kapal pesiar dengan panjang hingga 350 meter dan mengangkut penumpang hingga 6.000 orang, sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
“Pengerukan alur dan kolam di area BMTH akan terus kami kebut beriringan dengan pembangunan fasilitas di sisi darat. Nantinya alur dan kolam area BMTH akan merata hingga minus 12 Meter Low Water Spring (MLWS) dari sebelumnya minus 9 MLWS, sehingga harapannya mampu mengakomodasi kunjungan cruise yang lebih besar,” ujarnya.
Progres pengerukan alur dan kolam BMTH tahap 2 pada paket A dan B tercatat mencapai 13,2 persen dan 30,8 persen. Pelabuhan Benoa sendiri memiliki posisi strategis dalam rute pelayaran cruise dan yacht di Indonesia atau disebut dengan konsep Butterfly Route.
Dalam pengembangannya Benoa Cruise Terminal di Pelabuhan Benoa sebagai bagian utama BMTH diproyeksikan menjadi tempat sandar kapal pesiar terbesar di Indonesia, bahkan di Asia. Benoa Cruise Terminal juga diproyeksikan menjadi pusat pariwisata kemaritiman.  
Pengembangan Pelabuhan Benoa itu ditargetkan rampung pada pertengahan 2023.

Related