Lifestyle & Entertainment

Mandalika Siap Menjadi Pusat Wisata Olahraga dan Hiburan

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika terus berkomitmen mengembangkan The Mandalika sebagai destinasi wisata sportainment berkelas dunia di Indonesia.

Hingga saat ini, ITDC telah mengantongi komitmen Real Estate Investment senilai US$ 1,3 miliar guna pembangunan sejumlah hotel dan kluster sport & entertainment. Kluster sport & entertainment, termasuk di dalamnya Mandalika International Street Circuit, dikembangkan dengan menggandeng perusahaan global asal Prancis Vinci Construction Grands Projets (VCGP).

Pembangunan keseluruhan Mandalika International Street Circuit sedang berjalan dengan proses Ground Work mencapai 30% dan direncanakan akan mulai pengaspalan untuk lintasan pada Desember mendatang. Mandalika International Street Circuit sendiri ditargetkan dapat selesai pada akhir tahun 2020 untuk segera akan diuji coba dan dapat digunakan untuk gelaran event MotoGP Mandalika 2021.

Melalui event MotoGP Mandalika 2021, ITDC memperkirakan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat NTB dan Indonesia. Misalnya, penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang, memberikan tambahan investasi lokal sebesar US$ 150 juta, menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang per tahun. Diperkirakan juga, pembangunan ini akan mendorong peningkatan belanja wisatawan hingga mencapai US$ 40 juta per tahun. Magnitude event MotoGP juga sangat besar. Diperkirakan tayangan MotoGP dapat menjangkau hampir 430 juta pemirsa di seluruh dunia.

“Kami meyakini penyelenggaraan event MotoGP akan mampu menciptakan branding dan positioning yang kuat bagi Indonesia sebagai negara tujuan sportainment unggulan di kawasan Asia. Hal ini penting guna meningkatkan nilai tambah pariwisata di Indonesia, sehingga mampu memperbesar sumbangan sektor pariwisata kepada perekonomian nasional,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer

Dari sisi akomodasi, ke depan nanti di The Mandalika akan dibangun sepuluh hotel. Sebanyak 2.485 kamar di antaranya ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir 2021. Hotel-hotel yang sedang dibangun sekarang ini adalah Hotel Pullman yang prosesnya sudah 37%, Hotel Paramount yang sudah memulai tahap piling, serta Hotel Golden Tulip dan Beach Club, yang merupakan hotel bintang empat grup Sheraton, yang sudah mulai membangun beach club terlebih dahulu.

ITDC percaya keberadaan The Mandalika akan menjadi katalisator pembangunan ekonomi dan mampu membawa multiplier effect perekonomian yang besar bagi masyarakat NTB, khususnya masyarakat sekitar kawasan. Sejak ITDC melakukan pembangunan infrastruktur secara intensif di zona inti kawasan. Sedikitnya ada sepuluh unit usaha baru berbentuk homestay, resto, café dan toko retail memulai usaha di zona Barat kawasan.

“Kami meyakini peningkatan jumlah usaha hospitality di sekitar kawasan The Mandalika masih akan terus bertambah sejalan dengan kegiatan pengembangan kawasan dan proyek yang berlangsung. Kami juga meyakini The Mandalika akan mampu menyerap hampir 5000 tenaga kerja lokal secara bertahap dalam lima tahun ke depan,” imbuh Abdulbar.

Perkembangan lain adalah hingga saat ini ITDC telah menyediakan fasilitas publik di kawasan The Mandalika yaitu Kuta Beach Park, Bazaar Mandalika dengan kapasitas 303 lot untuk menampung pelaku usaha dari sektor UMKM dan pedagang asongan sekitar kawasan, serta Sentral Parkir berkapasitas 500 mobil.

Ketiga fasilitas publik tersebut makin melengkapi fasilitas publik yang ada di The Mandalika setelah sebelumnya ITDC telah membuka Masjid Nurul Bilad sejak tahun 2017.

Editor: Sigit Kurniawan

 








To Top