MarkPlus, Inc. Bidik Target Ekspansi di ASEAN pada Tahun 2022

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
07 Desember 2021
marketeers article
Businessman presenting a sustainable development concept with office buildings backgrounds
Perusahaan riset pemasaran, MarkPlus, Inc. menargetkan dapat kembali melakukan ekspansi bisnis di negara-negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 2022. Upaya ini diharapkan dapat kembali mengulang kesuksesan pada periode 2004 hingga 2011.
Chief Executive Officer (CEO) MarkPlus, Inc. Taufik mengungkapkan, pada periode tersebut perseroan telah berhasil membuka cabang usaha di Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, dan Thailand. Kendati demikian, bisnis tak mampu dipertahankan hingga sekarang lantaran kondisi sumber daya manusia (SDM) yang belum mumpuni.
“Akhirnya, di Vietnam, Thailand tutup karena orang-orang tidak bisa Bahasa Inggris. Di Filipina bisa, namun kondisi ekonominya jauh lebih buruk dibandingkan Indonesia. Jadi hanya tersisa di Malaysia dan Singapura,” ujar Taufik dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (7/12/2021).
Taufik mengaku cukup menyayangkan penutupan pada negara-negara tersbut. Pasalnya, pangsa pasar di sana cukup besar dan dapat diandalkan dalam mengembangkan bisnis. Namun, perusahaan tak memiliki pilihan lain saat itu.
Ke depan, dia optimistis kualitas SDM di negara-negara ASEAN telah meningkat pesat. Hal ini tercermin dari banyaknya perusahaan rintisan atau startup yang mampu sukses melakukan ekspansi.
“Terus terang kami akan mempertimbangkan kembali ekspansi ke negara lain karena sekarang di MarkPlus banyak diajak kerja sama dengan universitas-universitas yang dikenal terbaik di dunia dalam bidang pemasaran. Kami sangat yakin ini bisa diwujudukan,” kata dia.
Lebih lanjut, Taufik menjelaskan, untuk mewujudkan rencana tersebut perseroan saat ini tengah fokus dalam mengembangan pelatihan dengan menggunakan Bahasa Inggris. Layanan yang diberikan juga akan diadaptasi dengan digital sehingga pasarnya bisa semakin luas.
“Itu adalah hasil kebijakan yang sudah diperhitungkan karena pasarnya besar. Kalau di Indonesia saja mungkin terbatas dan potensinya masih bisa berkembang lagi,” tandasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related