Technology

Masih Banyak Perusahaan di Indonesia Ragu Gunakan AI

Selama ini teknologi Artificial Inteligence (AI) dipandang sebagai teknologi yang amat canggih. Investasi untuk jenis teknologi AI sendiri tidak bisa dibilang murah. Namun, jenis penerapan teknologi AI ini bisa dalam banyak cara, mulai yang termudah hingga yang paling rumit sekalipun.

Perusahaan AI yang berada di bawah Telkom Indonesia, Vutura melihat bahwa saat ini masih banyak perusahaan di Indonesia yang ragu dalam menggunakan AI. CEO Vutura Riztama Prawita mengutip riset Microsoft bahwa di Indonesia baru ada sekitar 14% yang menerapkan AI.

“Banyak perusahaan masih skeptis dengan AI. Mereka takut AI bisa hilangkan fungsi manusia dalam bisnis. Padahal AI bisa tingkatkan produktivitas,” terang Riztama di Jakarta, Kamis (30/1).

Ia melanjutkan bahwa, AI justru bisa menghadirkan lapangan pekerjaan baru. Ia mencontohkan dengan adanya fitur seperti chatbot, maka akan diikuti dengan kebutuhan akan pekerjaan yang berjenis Conversational Designer, AI Engineer, dan turunan pekerjaan lainnya.

Selain itu ia meyakini bahwa dalam lima tahun ke depan perkembangan AI di Indonesia akan kian pesat. Jenis penggunaan AI di Indonesia akan didominasi untuk tujuan customer engagement. Dalam hal ini AI digunakan oleh pelaku agar bisa memahami dan memahami pelanggannya.

Meskipun teknologi ini sangat canggih, ia menilai bahwa AI bisa digunakan oleh siapa saja, tidak hanya perusahaan besar, justru pelaku UKM juga perlu untuk menerapkan AI dalam proses bisnisnya.  “Kami mau kemasyarakatan AI kepada seluruh masyarakat, agar UMKM dan perusahaan besar dapat pakai AI tanpa khawatir,” terangnya.

Saat ini Vutura berupaya menghadirkan solusi bisnis bagi pelaku bisnis berupa platform chatbot untuk berkomunikasi dengan konsumen. Chatbot ini memanfaatkan teknologi Natural Language Processing (NLP).

 

MARKETEERS X








To Top