Lifestyle & Entertainment

Masuki Tahun Tikus Logam, Jenis Bisnis Apa yang Semakin Cuan?

Tahun 2020 menandai masuknya Tahun Imlek 2571, yang akan jatuh pada Sabtu, 25 Januari 2020. Berakhirnya Tahun Babi, menandai pula akhir dari rangkaian siklus 12 tahunan shio. Kita akan kembali ke tahun tikus. Masyarakat Tionghoa meyakini pergantian tahun berpengaruh pada keberuntungan seseorang. Entah menjadi lebih baik atau sebaliknya. Keberuntungan itu sendiri terdiri dari beberapa indikator, seperti hoki, nama baik, usia, kekayaan, dan keturunan.

Menurut Pakar dan Ahli Fengshui Sidhi Wiguna Teh, tahun tikus logam dalam bahasa akademik ilmu Fengshui disebut tahun Geng Zi (庚子). Geng adalah batang langit berelemen logam positif dan Zi adalah cabang bumi berelemen air positif. “Hubungan batang langit dan cabang bumi ini selaras karena logam melahirkan air, menggambarkan tahun ini relatif tenang,” tuturnya.

Bagi Sidhi, Geng yang berelemen logam merupakan simbol keadilan, ketegasan, dan kesetiakawanan. Ini menggambarkan bahwa proses penegakan hukum akan berjalan secara adil dan tegas. Sedangkan Zi (Tikus) merupakan Bintang Tau Hua (peach blossom) yang memainkan peran penting dalam ketertarikan dan romantisme. Tahun ini akan meningkatkan hal-hal terkait hubungan romantis, bahkan berpotensi menjadi sebuah skandal.

Tidak adanya unsur dan elemen api pada tahun ini bisa berakibat ke beberapa hal. Salah satunya adalah turunnya rasa antusias, baik semangat bekerja atau hal-hal lainnya. Karenanya, kita semua perlu untuk terus membangkitkan semangat dalam diri kita agar tetap optimistis dalam menghadapi berbagai isu, baik lokal maupun global yang terkadang membuat pesimistis.

“Begitu juga dengan hal kesusilaan. Perlu waspada terhadap godaan-godaan yang muncul. Menahan diri agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan,” jelasnya.

Bicara tahun baru dan Fengshui tentunya tidak akan lepas dari masalah peruntungan rezeki. Perlu diperhatikan unsur Zi (子) atau yang dikenal sebagai shio tikus berelemen air positif. Air melambangkan rasa takut. Makanya, pasar akan cenderung lebih berhati-hati dalam melangkah dan mengambil kesempatan.

“Karena itu jeli-jelilah. Kita mampu mengambil kesempatan yang dilewatkan oleh mereka yang terlalu hati-hati. Nyalakan terus semangat dan daya inovasi sehingga mampu mengantisipasi situasi yang terjadi,” ujar Sidhi.

Terkait sektor bisnis yang bisa memberikan peruntungan banyak dalam tahun Tikus Logam ini, diramalkan bidang bisnis yang berelemen api adalah yang paling makmur pada tahun 2020. Sebab, api menaklukkan logam, maka logam adalah elemen kekayaan bagi api.

Beberapa bidang bisnis yang berelemen api antara lain adalah industri energi, pembangkit listrik, komunikasi, broadcasting, seni, restoran, dan hiburan.

Selain berunsur api, bidang bisnis yang berelemen tanah adalah bidang yang cukup baik karena elemen tanah juga mampu menaklukkan air. Sebab, air adalah elemen kekayaan bagi tanah. Bidang bisnis yang berelemen tanah antara lain, real estate, pengembangan lahan, perhotelan, dan pertanian.

Tidak hanya api dan air yang diramalkan akan memberikan banyak peruntungan. Unsur logam juga bisa memberikan peruntungan yang baik. Karena metal melihat air, bidang bisnis ini akan aktif dan produktif. Bidang bisnis yang berelemen logam ini termasuk automotif, teknik, perbankan, dan permesinan, juga bidang hukum, dan asuransi.

Tiga bidang tadi adalah yang diramalkan akan memberikan peruntungan. Namun, ada dua unsur yang sekiranya perlu diwaspadai pada tahun Tikus Logam ini. Pertama, bidang bisnis yang berelemen air dan kayu. Bidang bisnis yang berelemen air kurang bagus karena menghadapi persaingan yang kuat. Bidang bisnis ini termasuk bidang pengiriman dan transportasi.

“Karena elemen api melambangkan uang bagi elemen air. Tetapi tahun ini, unsur api sama sekali tidak ada. Karenanya, tahun ini bukanlah tahun yang makmur bagi bidang bisnis berelemen air,” katanya.

Selain itu, bidang bisnis yang berelemen kayu seperti garmen, media cetak, buku, agrobisnis dan lingkungan juga akan menghadapi tantangan yang cukup berat karena tidak hadirnya elemen kekayaan dari kayu, yaitu elemen tanah.

Nah, setelah penjelasan tadi, kita yang merasa beruntung tidak boleh sesumbar. Sementara, yang tidak beruntung juga tidak boleh patah semangat. Sebab apa pun yang akan terjadi, rezeki akan selalu mengikuti keyakinan dan kerja keras.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top