Lifestyle

Menyicip Soto Legendaris Khas Belitung di Kedai Mak Jannah

Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung

Memasuki kawasan KV Senang di Jalan Veteran, Kota Tanjung Pandan, jejeran kursi meja berbahan kayu dan batu akan menyambut mata. Berlatar belakang gedung ruko tua bergaya Melayu lama, suasana KV Senang kental dengan tempat nongkrong terbuka khas Masyarakat Melayu. Menelusuri berbagai macam toko dan kedai makanan yang ada, mata pengunjung akan terpaku pada plang berwarna merah bertuliskan Kedai Mak Jannah. Di sanalah Soto Belitung yang legendaris disajikan.

Mak Jannah meracik sotonya dengan kaldu rebusan iga sapi. Berbumbu santan kelapa kental, kemiri, laos, dan kunyit menjadikan rasa soto ini bercita rasa rempah yang kuat. Dalam penyajianya, Soto Belitung memiliki isian berupa suwiran daging sapi, bihun, potongan kentang, dan emping sebagai pelengkap. Dari penampilannya, Soto Belitung mungkin tidak ada beda dengan lontong sayur, namun Mak Jannah memiliki rahasia umum yang membuat Sotonya lebih nikmat dan khas.

“Hal wajib ketika menyajikan makanan kepada pelanggan adalah pastikan kuah masih panas. Di sini, kuah mie dan soto harus terus panas jadi saat di makan rasanya segar dan enak,” ujar Mak Jannah.

Hal lain yang menjadikan soto Belitung spesial adalah lontongnya. Jika lontong biasanya berbentuk lonjong dan dibungkus daun pisang, lontong khas Belitung berbentuk kerucut dan dibungkus dengan daun simpor. Daun simpor berasal dari pohon simpor yang banyak tumbuh di tanah Belitung. Menurut Mak Jannah, lontong yang dibungkus dengan daun simpor terihat lebih bagus karena nasi lontong tetap berwarna putih bersih, sehingga membuat tampilan sotonya segar.

Orang Belitung biasa menyantap soto saat sarapan. Mak Jannah bercerita bahwa menyantap seporsi soto Belitung di pagi hari bisa menambah semangat bekerja. Apalagi dengan riwayat pekerjaan masyarakat lokal sebagai pegawai PT Timah, tidak heran jika kegiatan mengenyangkan perut di pagi hari adalah hal wajib.

“Dulu setiap pagi kedai akan ramai dengan pegawai PT Timah yang datang untuk sarapan. Biasanya mereka makan soto sambil minum kopi atau air perasan jeruk kunci. Di siang hari, kedai ramai lebih ramai lagi dengan tambahan anak sekolah yang baru pulang. Kalau malam, kedai akan buka melayani orang-orang yang nongkrong selepas bekerja,” kata Mak Jannah.

Kedai Mak Jannah buka setiap hari dari pukul 6 pagi sampai 11 malam. Kedai ini tidak hanya melayani orang-orang yang datang ke kawasan KV Senang, tapi juga aktif melayani berbagai okasi penting di Kabupaten Belitung.

MARKETEERS X