Nastar Jadi Kue Kering Pilihan Gen Z dan Milenial saat Lebaran
Populix, perusahaan riset online meluncurkan penilitian terbaru bertajuk Kue Kering Lebaran Favorit Milenial dan Gen-Z. Dari hasil penelitian ini, mayoritas kedua genarasi ini memilih nastar sebagai kue kering yang disantap saat Lebaran 2025.
Selain itu Populix juga menemukan bahwa mayoritas masyarakat memilih membeli kue kering produksi rumahan atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) juga kue kering kemasan bermerek, dan berencana membeli lebih dari tiga toples tahun ini.
BACA JUGA: Ide Bentuk Nastar Unik untuk Lebaran, Bukan Cuma Bulat!
Penelitan ini dilakukan pada 6-8 Maret 2025 melalui platform Poplite. Penelitian dilakukan kepada 979 orang Milenial dan Gen-Z dengan mayoritas responden berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas.
Indah Tanip, VP of Research Populix, menjelaskan bahwa kue kering nastar menjadi favorit 82% responden, disusul oleh putri salju di angka 44%, kastengel dengan 35%, dan sagu keju oleh 27% responden. Selain empat kue kering tersebut, urutan berdasarkan popularitas selanjutnya adalah kukis cokelat atau chocolate chips 19%, kukis kacang tanah 19%, kukis mentega atau butter cookies 12%, lidah kucing 11%, kukis bawang 9%, lalu wafer 7%.
BACA JUGA: Bosan dengan Nastar? Coba Resep Ka’ak, Kue Lebaran Khas Timur Tengah
“Dasar penobatan nastar sebagai kue kering Lebaran terfavorit tahun 2025 adalah nilainya yang terpaut sangat jauh dibanding kue kering lainnya. Bahkan hampir dua kali lipat dari posisi kedua. Maka bersiaplah apabila kue kering yang gurih dan manis dengan isian selai nanas ini akan jadi yang pertama ludes di meja suguhan rumah Anda Lebaran nanti,” kata Indah melalui keterangan resmi, Jumat (28/3/2025).
Penelitian ini juga melihat preferensi konsumer terhadap produsen kue kering. Populix menemukan lebih dari separuh responden memilih membeli kue kering produksi rumahan, diikuti kue kering kemasan bermerek buatan pabrikan besar.
Sedangkan sekitar sepertiganya berminat untuk membeli dari toko terkenal, yang cenderung dipilih oleh kalangan ekonomi atas. Meskipun begitu sebagian Milenial dan Gen-Z juga mengaku akan membuat kue kering sendiri tahun ini.
Walaupun terpapar berbagai kemudahan digital setiap hari, Milenial dan Gen-Z cenderung masih memilih pembelian secara langsung, ketimbang secara online. Sebagian besar mengaku akan langsung membeli ke toko kue kering, memesan melalui teman atau kerabat, membeli di ritel kecil seperti mini market atau warung dekat rumah, juga ritel besar seperti supermarket dan hypermarket.
Sedangkan hanya sebagian kecil yang akan membeli melalui e-commerce maupun media sosial. Bahkan hanya 3% yang melirik pembelian melalui layanan online delivery. Indah berpendapat, masyarakat lebih nyaman untuk membeli secara langsung karena lebih terjamin keamanan sampai di tangan, dan sebagian besar melakukan pembelian kue kering kemasan buatan pabrik untuk kebutuhan hamper Lebaran.
“Hal ini bisa jadi peluang baru bagi industri makanan kemasan untuk mengembangkan kategori kue kering. Tinggal bagaimana para pelaku industri makanan kemasan bisa menghadirkan produk sesuai dengan preferensi publik,” kata Indah.