Pasokan Listrik di Jawa Timur Surplus 50% Jelang Lebaran
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan pasokan listrik di Jawa Timur surplus sebesar 50% jelang Lebaran 2025. Adapun kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 10 Gigawatt (GW), kebutuhan listrik jelang Lebaran diperkirakan hanya mencapai 4,5 GW.
Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM juga memastikan bahwa ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik tetap terjaga dengan baik.
Hingga saat ini, Hari Operasi Pembangkit (HOP) untuk batubara lebih dari 22 hari, HOP gas pipa lebih dari 30 hari, dan HOP bahan bakar minyak (BBM0) lebih dari 20 hari.
Selain itu, kesiapan transmisi listrik dari Jawa Timur hingga Bali juga telah diperiksa dan dinyatakan tidak mengalami kendala.
“Wilayah Jawa Timur, alhamdulillah kapasitas terpasang itu 10 GW. Pemakaian yang sekarang terjadi hanya 6,5 GW, tapi akan turun menjadi 4,5 GW. Artinya cadangannya masih kurang lebih sekitar 50%,” ujar Bahlil melalui keterangan resmi, Rabu (26/3/2025).
BACA JUGA: Naik 117%, Layanan Listrik Hijau PLN Telah Digunakan 7.354 Pelanggan
Menurutnya, persiapan bahan bakar untuk PLN, baik batubara, gas, maupun solar atau B40, rata-rata cadangannya di atas 20 hari. Sehingga secara keseluruhan tidak ada kendala.
“Transmisi juga kami sudah cek, semuanya dalam kondisi aman dan beroperasi dengan baik,” ujarnya.
Untuk mendukung pemudik yang menggunakan kendaraan listrik, Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) telah menyediakan 3.500 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara nasional, termasuk 339 unit yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Kemudian sebanyak 1.680 petugas juga disiagakan guna memastikan kelancaran layanan.
BACA JUGA: PLN Produksi Listrik Hijau 1,67 Juta MWh, Serap 1,87 juta ton Emisi
“Memang tingkat pemakaian mobil listrik naik sekitar 5-6 kali lipat. Oleh karena itu, kami harus membangun SPKLU dalam jumlah yang memadai. Saat ini, sudah tersedia sekitar 3.500 SPKLU dengan jarak rata-rata 26 kilometer antarstasiun secara nasional,” tutur Bahlil.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo, melaporkan bahwa pasokan listrik dari Jawa Timur ke Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat juga dalam kondisi aman. Pasokan ini sebagian besar berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton.
“Dari PLTU Paiton, listrik dialirkan ke beberapa wilayah, termasuk Bali dan sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Barat. Saat ini, beban listrik sekitar 6.400-6.500 Megawatt (MW), dan saat Lebaran nanti diperkirakan turun menjadi sekitar 3.800 MW. Dalam hal ini, sistem kelistrikan Jawa Timur dipastikan aman,” tutur Darmawan.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz