Technology

Passpod Kantongi Laba Bersih Capai Rp 2,98 Miliar

Sumber: Passpod

PT. Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pertama sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tepatnya, pada tahun 2018, mereka terdaftar dengan kode emitmen YELO. Pada rapat kali ini, Passpod mengumumkan pertumbuhan mereka.

Passpod membukukan laba bersih sebesar Rp 2,98 miliar sepanjang tahun 2018. Perkembangan baik yang mereka terima dipercaya berkat pertumbuhan outbound traveler (wisata ke luar negeri) Indonesia yang terus meningkat.  Di tahun 2019 ini, jumlah tersebut duperkirakan meninggkat hingga 10%.

Tahun 2018 merupakan tahun yang baik bagi perseroan karena perencanaan dan eksekusi yang semakin matang berhasil membawa pertumbuhan luar biasa dibanding pencapaian pada tahun 2017. Pemanfaatan momentum peak season untuk negara-negara tujuan favorit dan penawaran paket bundling tiket atraksi di negara tujuan memberikan hasil yang sangat signifikan. Pertumbuhan yang cukup baik juga sangat terasa dari beberapa pengembangan yang telah kami lakukan yaitu penjualan tiket atraksi dan event,” ujar CEO Passpod Hiro Whardana.

Passpod sendiri merupakan perusahaan berbasis teknologi yang fokus menyediakan kebutuhan traveler selama perjalanan (travel assistance). Passpod memiliki tiga segmen usaha, yaitu bidang travel services, AI & big data, dan global connectivity. Salah satu jasa yang disediakan adalah peminjaman modem portable berteknologi 4G (travel mifi). Layanan ini dihadirkan untuk membantu navigasi wisatawan agar tetap terkoneksi selama berada di luar negeri tanpa harus repot mencari koneksi Wi-Fi atau data roaming yang mahal.

Tahun ini, Passpod telah menambah fitur baru di aplikasi mobile Passpod seperti asuransi perjalanan, perencanaan perjalanan (itinerary planner) dan fitur e-commerce di portal Passpod.com. Pada fitur e-commerce juga telah ditambahkan traveling deals, asuransi, dan berbagai kebutuhan penunjang travel lainnya.

Selain itu, mereka juga tengah melakukan beta testing untuk fitur chatbot sebagai layanan virtual assistant demi peningkatan layanan konsumen.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top