Finance

Pegadaian Targetkan Simpan 4,2 Ton Emas Tahun 2019

Kecenderungan masyarakat Indonesia menyimpan emas sebagai instrumen investasi masih bertumbuh. Tren ini pun dirasakan juga oleh Pegadaian yang memiliki produk tabungan emas. Hingga Oktober 2019, Pegadaian telah menghimpun emas masyarakat hingga 60 ton. Besarnya titipan masyarakat ini menunjukkan antusiasme yang besar dari masyarakat terhada produk investasi emas.

Secara keseluruhan, masyarakat yang menabung di Pegadaian mencapai 3,6 juta orang, dengan jumlah rekening mencapai 3,7 juta rekening. Sementara, jumlah top up emas mencapai 3,2 ton dan buyback emas mencapai 1,4 ton dan titipan emas mencapai 3,8 ton. “Dengan harga yang relatif stabil, emas menjadi instrumen investasi jangka panjang,” kata Kepala Departemen Operasi Divisi Produk Emas Pegadaian Heri Prasongko di Jakarta.

Bahka, emas nilainya cenderung naik, emas juga merupakan barang yang mudah dijual maupun dijadikan jaminan saat membutuhkan uang dalam waktu yang cepat. Selain itu, emas memiliki ketahanan yang sangat lama, tahan karat dan korosi. Begitu juga kekuatannya terhadap serbuan inflasi. Tak heran, masyarakat kerap menjadikan emas sebagai tabungan untuk beribadah haji.

“Emas itu tahan inflasi. Instrumen ini sangat tahan terhadap krisis ekonomi bahkan buat biaya haji saja bisa menguntungkan,” tegas Heri.

Di Pegadaian sendiri, ada tiga layanan produk emas yang ditawarkan, yakni jual beli tunai, jual beli angsuran dan jual beli titip. Masyarakat tinggal pilih layanan apa yang diinginkan.

“Hingga akhir tahun ini, kami targetkan tabungan emas di Pegadaian mencapai 4,2 ton. Kini sudah mencapai 4,1 ton. Sedangkan target penjualan emas tahun 2019 mencapai 5,4 ton dan pencapaian saat ini mencapai 4,6 ton atau sudah mencapai 85%,” tutup Heri.

 

Editor: Eko Adiwaluyo








To Top