Pelanggan Netflix Turun, Saingan Ambil Tahta Pangsa Streaming

profile photo reporter Bernadinus Pramudita
BernadinusPramudita
20 Juli 2022
marketeers article
Pelanggan Netflix Turun, Saingan Ambil Tahta Pangsa Streaming (FOTO:123RF)
Kehilangan pelanggan berturut-turut selama dua kuartal pada tahun 2022 yang dialami Netflix rupanya dipengaruhi oleh perubahan di pangsa streaming. Netflix baru saja melaporkan telah kehilangan pelanggan secara global dengan jumlah hampir satu juta, atau tepatnya 970.000 pada kuartal kedua tahun 2022.
Sebelumnya, Netflix telah memprediksi kehilangan pelanggan pada kuartal kedua sebanyak dua juta pelanggan. Tampaknya, prediksi tersebut berhasil diminimalisir oleh perusahaan, namun pangsa pasar yang berubah nampaknya tidak bisa dihindari.
Perusahaan analisis Parrot Analytics mengatakan bahwa pangsa Netflix di pasar streaming, telah dibalap oleh enam pesaingnya. Pesaing dari Netflix yakni Disney+, Apple TV+, HBO Max, Prime Video, Paramount+, dan Hulu, memiliki pangsa pasar melebihi Netflix.
Netflix sendiri masih memimpin pangsa pasar dengan persentase sebanyak 41,2% secara global di kuartal kedua tahun 2022. Namun, menurut Parrot Analytics, ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah streaming, Netflix harus kalah dari gabungan pangsa pasar yang diraup pesaingnya.
Keenam pesaing Netflix, jika digabungkan memiliki pangsa sebanyak 45,1% secara global di periode yang sama. Prime Video milik Amazon memiliki pangsa terbesar diantara keenamnya dengan persentase 11,3%, disusul Disney+ dengan 9,9%, HBO Max 7,2%, Apple TV+ 7,0%, Hulu 5,1%, dan Paramount+ dengan 4,6%. Sementara sisa pangsa streaming sebanyak 13,7% dikuasai merek lain.
Kalahnya Netflix dalam persaingan perebutan pangsa streaming secara global tidak dapat dipungkiri memengaruhi jumlah pelanggan perusahaan yang berhenti berlangganan. Tien Tzuo, CEO Zuora, perusahaan penyedia software untuk perusahaan dalam mengelola sistem langganan, mengatakan bahwa kehilangan pelanggan yang dialami Netflix terlalu dibesar-besarkan.
Menurutnya, data menunjukkan bahwa pelanggan yang berhenti pada periode ini justru lebih rendah dibandingkan pada periode sebelum pandemi.
“Hanya saja, Netflix terlalu lama menjadi pemain solo di pasar streaming. Kini, akhirnya Netflix memiliki pesaing. Netflix masih menjadi raja di pasar streaming, tapi perusahaan tidak bisa hanya berfokus untuk menambah pengguna. Mereka juga harus berfokus untuk membuat pelanggan mereka tetap kembali ke layanan perusahaan,” katanya dikutip dari TechRadar, Rabu (20/7/2022).
Lanjutnya, selain menambah konten, Netflix harus fokus menambah promosi, seperti promo langganan tahunan. Selain itu, Netflix juga bisa memecah konten menjadi paket berlangganan yang lebih kecil dan murah, sehingga menarik perhatian konsumen lebih banyak. “Pada akhirnya, kita, konsumen, adalah raja,” ucapnya.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related