Technology

Pembelanja Muda e-Commerce di Asia Semakin Meningkat

Konsumen e-commerce terus merambah ke kelompok usia yang lebih muda. Menurut laporan Kaspersky Safe Kids 2019,  menunjukkan tren peningkatan pembelanja muda di Asia Tenggara di mana perbandingan dari tahun-ke-tahunnya meningkat sebanyak 13% dari Januari hingga Juli 2018 dan 2019.

Singapura memimpin daftar dengan sebanyak 18,82% anak-anak menggunakan internet untuk e-commerce, lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 5,58%. Diikuti oleh Filipina sebanyak 13,21% dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 2,39%. Malaysia mencatat peningkatan lebih dari 8% (4,70% menjadi 13,02%), sementara Indonesia dan Thailand masing-masing memiliki pertumbuhan 4,8% dan 1,62%. Hanya Vietnam yang mencatat sedikit penurunan dari 1,03% menjadi 1,02% dari para shoppers online ini.

Kategori Perdagangan elektronik ini mencakup situs web untuk setiap transaksi uang elektronik melalui aplikasi web khusus. Ini mencakup toko online dan lelang yang menawarkan barang serta jasa apa pun kepada individu atau badan hukum yang mendukung pembayaran online serta situs web toko yang hanya beroperasi melalui internet dan departemen online toko reguler.

Di bawah kategori ini, halaman web khusus bagi lembaga publik, swasta atau individu yang menawarkan layanan berbayar, memiliki halaman web khusus bank untuk melakukan transaksi perbankan online. Situs web sistem pembayaran online yang memerlukan akun pengguna pribadi juga termasuk kategori ini.

Temuan penting lainnya adalah penurunan persentase anak-anak di kawasan Asia Tenggara dalam mengakses konten dewasa. Di tahun 2019, sebagian besar negara di kawasan ini menunjukkan minat yang lebih rendah terhadap pornografi dan konten terkait. Malaysia hanya mencatat kenaikan yang sangat sedikit yaitu 0,09% dalam kategori ini.

“Sangat menggembirakan melihat semakin sedikit anak yang tertarik dengan konten dewasa online di kawasan Asia Tenggara. Kami menghargai langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah ASEAN untuk memblokir akses mudah ke situs-situs tersebut. Namun, pergeseran minat kepada belanja online harus menjadi acuan baru untuk meningkatkan interaksi antara anak-anak dan orang tua. Risiko dalam e-commerce seperti penjual palsu, produk palsu, situs yang terinfeksi malware, gateway pembayaran yang berbahaya, dan banyak lagi, menimbulkan bahaya nyata dan merugikan terhadap detail keuangan keluarga. Para Orang tua, kami mendesak Anda untuk terus memperhatikan hal ini,” tambah Yeo.

Asia, secara umum, juga mencatat penurunan dari 2,72% menjadi 2,26% namun jumlahnya masih cukup tinggi dibandingkan dengan kawasan lainnya secara global dalam hal minat kalangan anak-anak terhadap konten dewasa. Statistik berdasarkan wilayah dari laporan Kaspersky menunjukkan bahwa persentase terbesar atas kunjungan ke situs dewasa berasal dari para pengguna muda di Amerika Latin (4,28%), Asia Selatan (2,74%) dan Asia.

MARKETEERS X