Pemerintah Beri Subsidi Tarif PPnBM Sektor Otomotif, LCGC 100 Persen

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
17 Januari 2022
marketeers article
Presiden Joko Widodo meresmikan kebijakan pemerintah memberi subsidi untuk tarif Pajak Pembelian Barang Mewah (PPnBM) khusus sektor otomotif, bagi beberapa kategori kendaraan, selama tahun 2022. Bahkan, fasilitas insentif PPnBM untuk pembelian kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) akan ditanggung pemerintah sepenuhnya pada periode kuartal pertama tahun ini.
“Presiden menyetujui fasilitas tarif PPnBM yang ditanggung pemerintah khusus untuk sektor otomotif. LCGC yang PPnBM-nya sekarang tiga persen akan diberikan fasilitas nol persen atau seluruhnya ditanggung pemerintah pada kuartal pertama,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya, Minggu (16/1/2021).
Skema fasilitas subsidi PPnBM bagi pembeli kendaraan LCGC dari pemerintah akan berkurang secara bertahap selama tahun 2022. Pengurangan subsidi tersebut dikurangi berdasarkan rentang waktu per tiga bulan dengan selisih subsidi sebesar satu persen.
Artinya untuk kuartal kedua, pemerintah hanya akan menanggung PPnBM dari kendaraan jenis LCGC sebesar dua persen. Lalu memasuki kuartal ketiga 2022 nanti, fasilitas subsidi yang diberikan hanya sebesar satu persen. Hingga pada kuartal keempat tahun ini, konsumen kembali membayar penuh tarif PPnBM sebesar tiga persen tanpa subsidi.
Skema fasilitas tarif PPnBM juga diberikan kepada kendaraan dengan rentang harga antara Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Kebijakan tersebut hanya berlaku selama kuartal pertama pada tahun 2022. Sementara masyarakat akan membayar penuh tarif PPnBM untuk kategori mobil tersebut selepas kuartal kedua nanti.
Besaran subsidi yang diberikan pemerintah untuk tarif PPnBM golongan kendaraan seharga Rp 200 – 250 juta mencapai 7,5 persen. Dengan demikian, masyarakat hanya membayar separuh tarif PPnBM unit kendaraan dalam golongan banderol tersebut yang sejatinya mencapai 15 persen.
Keputusan pemerintah terkait skema subsidi tarif PPnBM setidaknya menjadi insentif positif bagi industri otomotif. Terlebih bagi setiap produsen untuk mencapai target penjualan, utamanya model kendaraan yang masuk dalam kategori harga hingga Rp 250 juta.
Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menargetkan peningkatan angka penjualan kendaraan secara keseluruhan pada tahun 2022. Khusus untuk pasar domestik, target yang ingin dicapai sebesar 900 ribu unit kendaraan terjual sepanjang tahun ini.
Editor: Sigit Kurniawan

Related