Automotive

Penuh Tantangan, Laba Bersih Grup Astra Turun 6% di Semester I-2019

Pada semester I tahun 2019, kinerja Grup Astra mendapat rapot merah. Pada periode ini, laba bersih Grup Astra mencapai Rp 9,8 triliun,  menurun 6%  dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, nilai aset bersih per saham Grup tercatat sebesar Rp 3.444 pada 30 Juni 2019, 2% lebih tinggi dibandingkan posisi akhir tahun 2018.

Secara umum, turunya laba bersih ini terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari divisi otomotif dan agribisnis yang penurunannya lebih besar dari peningkatan kontribusi dari divisi jasa keuangan, infrastruktur dan logistik, serta alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

“Kinerja Grup Astra pada semester pertama tahun 2019 dipengaruhi oleh lesunya konsumsi domestik dan tren penurunan harga-harga komoditas, tetapi juga diuntungkan oleh peningkatan kinerja bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi. Prospek hingga akhir tahun ini masih menantang karena kondisi-kondisi tersebut dapat berlanjut,” kata Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International, Tbk., dalam rilisnya.

Laba bersih bisnis jasa keuangan Grup meningkat 32% menjadi Rp 2,8 triliun. Terutama disebabkan oleh pemulihan kredit bermasalah, provisi kerugian kredit yang lebih rendah, dan portofolio pembiayaan yang lebih besar.

Lalu, laba bersih dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi juga meningkat sebesar 2% menjadi Rp 3,3 triliun. Selain itu, divisi infrastruktur dan logistik pun mencatat laba bersih Rp 83 miliar.

Namun, peningkatan di divisi-divisi tersebut di atas belum bisa mengimbangi penurunan di divisi-divisi lain, terutama di divisi otomotif.  Divisi otomotif Grup Astra menurun 18% menjadi Rp 3,5 triliun. Terutama, disebabkan oleh penurunan volume penjualan mobil dan meningkatnya biaya material pada aktivitas manufaktur.

Penjualan mobil Grup Astra turun 6% menjadi 253.000 unit. Namun, di saat bersamaan penjualan mobil  nasional  juga menurun 13% menjadi 482.000 unit. Meski secara volume terjadi penurunan, namun  pangsa pasar Astra meningkat dari 48% menjadi 53%.

Sedangkan penjualan sepeda motor Honda Astra justru meningkat 8% menjadi 2,4 juta unit. Kenaikan juga terjadi di penjualan motor nasional dengan peningkatan 7% menjadi 3,2 juta unit.

“Kinerja Grup Astra pada semester pertama tahun 2019 dipengaruhi oleh lesunya konsumsi domestik dan tren penurunan harga-harga komoditas, tetapi juga diuntungkan oleh peningkatan kinerja bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi. Prospek hingga akhir tahun ini masih menantang karena kondisi-kondisi tersebut dapat berlanjut,” tegas Prijono.








To Top