Consumer Goods

Penyedap Makanan Ajinomoto Bicara Ketahanan Pangan?

Ajinomoto. Co, produsen penyedap masakan yang beroperasi di 30 negara merilis sebuah laporan mengenai Ketahanan Pangan Dunia. Di tengah isu krisis ketahanan pangan global, Ajinomoto mencoba mengedukasi publik mengenai apa yang harus dilakukan untuk mencegah defisit pangan.

Laporan ini seolah mengaburkan persepsi banyak orang mengenai penyedap rasa ber-MSG yang dianggap tidak menyehatkan. Apalagi, keterbukaan media dan meluasnya akses internet membuat konsumen semakin peduli akan kesehatannya.

Dalam laporan yang diterima Marketeers disebutkan bahwa ilmuwan dan peneliti telah lama memperingatkan potensi krisis pangan di planet ini. Data menunjukkan bahwa ancaman itu memang benar-benar nyata.

Laporan FAO tahun 2017 menyebutkan bahwa populasi dunia saat ini telah mencapai 7 miliar jiwa dan diperkirakan mencapai 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050. Populasi yang meningkat menjadi salah satu penyebab ancaman kekurangan pangan berskala besar.

Di sisi lain, produksi pertanian tidak sebanding dengan permintaan pangan yang terus meningkat. Untuk menyediakan pangan bagi umat dunia saat ini, setidaknya diperlukan peningkatan produksi pangan sebesar 50% dari angka produksi tahun 2012.

Apabila manusia saat ini tidak melakukan apa-apa, dipercaya sekitar 600 juta orang akan menderita gizi buruk sebelum tahun 2030. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya hasil pertanian yang disebabkan oleh penurunan kualitas tanah akibat kurangnya rotasi tanaman, dan urbanisasi yang membuat lahan pertanian menjadi terbengkalai.

“Serta transformasi lahan subur menjadi gurun pasir yang dikarenakan penggundulan hutan, perubahan iklim, dan teknik pertanian yang tidak berkelanjutan,” tulis laporan itu.

Di samping itu, konsumsi daging di negara berkembang diperkirakan meningkat 50% sebelum tahun 2050. Terdapat keterkaitan antara hewan ternak dan pertanian. Semakin banyak kebutuhan hewan ternak, semakin banyak pula hasil pertanian yang diperlukan sebagai pakan mereka.

Oleh sebab itu, ada tiga hal menurut laporan ini yang mesti dibutuhkan oleh dunia, yaitu perlindungan lahan pertanian, peningkatan hasil pertanian, dan peningkatan produksi hewan ternak yang meningkat secara berkelanjutan.

Meningkatkan Produksi Hewan Ternak

Protein sangat diperlukan bagi kehidupan manusia. Sejauh ini, sumber makanan tinggi protein adalah daging. Seiring bertambahnya populasi dunia, kebutuhan pasokan hewan ternak juga semakin besar. Paradoksnya, peningkatan jumlah hewan ternak juga mendorong peningkatan kebutuhan pakan ternak.

Ajinomoto meyakini produksi ternak yang berkelanjutan adalah dengan menghasilkan lebih banyak pakan ternak yang kaya nutrisi. Hewan ternak yang mengonsumsi pakan yang lebih kaya nutrisi membutuhkan lebih sedikit volume pakan, sehingga berdampak positif terhadap pertanian.

Diperkirakan dengan menambahkan lisin ke pakan ternak mampu melestarikan 23 juta hektare lahan subur alias lima kali luas total lahan subur di seluruh wilayah Jepang.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top