Communication

Perilaku Konsumen Kala Belanja Bergeser ke Arah Value

Photo Credits: 123rf

Pandemi COVID-19 menyebabkan persoalan finansial menjadi sentimen konsumen saat ini. Survei yang dilakukan McKinsey & Company bertajuk Implications of COVID-19 for Retail & Consumer Goods in Indonesia menunjukkan, perilaku konsumen pun bergeser ke arah value. Konsumen kini mencari produk-produk dengan harga yang lebih rendah, namun kualitas yang baik.

Mayoritas konsumen di Asia Tenggara, termasuk Indonesia merasa khawatir jika kondisi finansial mereka akan berdampak pada ketidakmampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan (54%).

Para konsumen juga mengaku menunda sejumlah pembelian yang telah mereka rencanakan karena merasa tidak aman akan kondisi yang tidak pasti di tengah pandemi COVID-19 (40%). Hal ini menyebabkan terjadi pergeseran yang kuat ke arah value.

Sumber: McKinsey & Company, Implications of COVID-19 for Retail & Consumer Goods in Indonesia, 2020

“Meskipun dalam jangka waktu yang pendek belum terlihat, namun hal ini akan berubah secara signifikan. Pasalnya, konsumen mulai membeli produk-produk lower price with better value for money,” jelas Simon Wintels, Partner and Co-Leader of Consumer Packaged Goods and Retail practices in SEA for McKinsey & Company kepada Marketeers.

Untuk jangka waktu panjang (pascapandemi), McKinsey & Company memproyeksi, kekhawatiran konsumen akan pendapatan rumah tangga mereka akan berkurang. Namun, perilaku konsumen yang mempertimbangkan value dari produk tersebut tidak akan hilang begitu saja.

Di sisi lain, Founder and Chairman MarkPlus, Inc., Hermawan Kartajaya berpendapat, brand pun perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan perilaku konsumen saat post-pandemic.

“Jangan sekadar beriklan, produk pun harus mulai diubah. Kebutuhan dan keinginan konsumen di masa the new normal dan next normal akan berbeda. Jika brand tidak menyiapkan produk yang relevan, mereka akan ditinggalkan,” jelas Hermawan.

Ada contoh menarik yang dilakukan provider telekomunikasi, XL Axiata. Guna meningkatkan value untuk konsumen tanpa mengorbankan pendapatan perusahaan. Brand ini memilih melakukan cost efficiency dengan cara menambah kapasitas kuota data dengan berbagai paket bundling tanpa mengurangi harga jual.

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata Febby Sallyanto mengatakan, hal ini dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi perang harga di pasaran. Paket bundle tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mayoritas customer saat ini, misalnya menyediakan paket kuota untuk aplikasi ZOOM dan platform pendidikan yang memiliki demand tinggi di pasaran saat ini.

MARKETEERS X








To Top