Consumer Goods

Perjalanan Reska Sajikan Makanan di Atas Kereta Api

PT Reska Multi Usaha (Reska) merupakan anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang fokus pada pengembangan turunan bisnis dari PT KAI. Cikal bakal bisnis Reska sudah ada sejak tahun 1971 ketika masih bernama Restorka dan hanya melayani minuman berupa Es Siripit. Kini, bisnisnya berkembang meliputi service on train (SOT), perparkiran, restorasi, Loko Cafe, Loko Kiosk, dan katering.

Sampai pada tahun 1972 -setelah diluncurkan KA Parahyangan relasi Jakarta-Bandung-, Restorka menyediakan menu makanan. Salah satu yang legendaris adalah Nasi Goreng Parahyangan. Sampai saat ini, menu nasi goreng tersebut masih menjadi yang paling favorit di kalangan penumpang. “Sampai saat ini sumber pemasukan kami yang terbesar memang masih dari bisnis restoran,” ujar M. Sahli, Direktur Utama PT Reska Multi Usaha.

Perjalanan bisnis makanan Reska mengalami banyak tantangan. Beberapa kali Reska melakukan perubahan sistem. Salah satunya dengan menutup seluruh dapur yang mereka miliki pada tahun 2016. Kala itu, manajemen menilai dapur harus ditutup karena tidak efisien dan mengalami banyak kecurangan dari beberapa oknum.

Sebagai gantinya, seluruh makanan yang disajikan oleh Reska di atas kereta beralih pada frozen food sebagai bahan baku. Di saat yang bersamaan, Reska melakukan pelatihan besar-besaran untuk melatih seluruh lapisan sumber daya manusia. Hingga pada akhirnya pada tahun 2017, dapur kembali difungsikan oleh manajemen Reska.

“Dulu kesannya dapur itu kumuh sekali. Sekarang sudah jauh lebih baik. Menurut kami, lebih benar bila kami kembali mengaktifkan dapur. Secara ongkos lebih efisien ketimbang bergantung pada frozen food,” jelas Sahli.

Semenjak membangkitkan kembali konsep dapur sentral, Reska pun semakin memperluas variasi menu yang dapat dinikmati oleh penumpang di atas kereta. Lebih dari sekadar Nasi Goreng atau pun Nasi Rames yang selama ini menjadi menu favorit penumpang. Setidaknya dalam satu harinya dapur sentral bisa memproduksi 15 ribu porsi makanan.

Melalui konsep Exploring Indonesia Kuliner On Train, Reska menyuguhkan kekayaan kuliner nusantara. Beberapa menu yang disajikan adalah Nasi Rawon Cak Bari, Empal Gentong Mang Aye, Bebek Mayor, Swiwi Crispy Cheese Sauce, Swiwi Crispy BBQ Sauce, dan Swiwi Crispy BBQ. Untuk menu seperti Nasi Rawon dan Empal Gentong, Reska memastikan bahwa kualitas bahan yang disajikan adalah yang terbaik. Salah satunya dengan menggunakan daging sapi khusus.

Terkait dengan harga, yang dipatok oleh Reska bisa dibilang masih amat terjangkau. Sebut saja, menu Empal Gentong dibanderol dengan harga sekitar Rp 33 ribu. Nasi Rawon dan Bebek bisa dinikmati oleh konsumen dengan harga Rp 35 ribu.

Reska juga melakukan transformasi dalam layanan. Beragam metode pemesanan beserta metode pembayaran dihadirkan. Untuk pembayaran, Reska saat ini sudah menyediakan pembayaran cashless melalui platform seperti LinkAja, OVO, dan beberapa platform digital lainnya.

Menariknya, layaknya sebuah perjalanan udara, konsumen bisa memesan menu makanan yang ingin dinikmati jauh hari sebelum kereta berangkat. Melalui situs Reska dan aplikasi KAI Acces, penumpang bisa memesan menu makanan dan melakukan pembayaran melalui platform yang sama. Tentunya hal ini memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penumpang.

Selain itu, penumpang juga bisa memesan makanan melalui WhatsApp atau SMS khusus. Nomor pemesanan sudah tersedia di setiap kursi penumpang. Sehingga, tanpa harus menunggu atau mengeluarkan energi lebih, penumpang bisa menikmati sajian makanan sembari menikmati pemandangan kereta.

Menurut Sahril, apabila dibagi rata, maka rata-rata pembelian seluruh penumpang kereta api bisa mencapai Rp 6.000 per penumpang. Angka ini akan meningkat bila perjalanan terjadi pada liburan akhir pekan dan libur nasional.

Saat ini, Reska juga meningkatkan pendapatan bisnisnya melalui bisnis restoran dan kafe. Bisnis kafe hingga saat ini sudah tersedia di Loko Cafe Yogyakarta, Loko Cafe Surabaya Gubeng, Loko Ekspress Semarang Poncol. “Kami akan meningkatkan rata-rata pembelian per penumpang di atas Rp 8.000. Pembelian juga semakin dipermudah, serta integrasi dengan aplikasi KAI Access,” katanya.








To Top