Media

Nielsen: Pertumbuhan Belanja Iklan di TV, Cetak, dan Radio Melambat

Riset Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel) mencatat belanja iklan di media TV, cetak, dan radio selama 12 bulan terakhir (Juli 2018 – Juni 2019) menembus angka Rp 156 trilliun atau naik sebesar 2%. Pertumbuhan ini lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 9%.

Pertumbuhan yang melambat dalam belanja iklan para mereka didasarkan pada beberapa hal. Dari satu sisi, banyak pemiliki spot iklan menaikkan rate card. Di sisi yang lain bisa disebabkan oleh banyaknya media yang tutup, khususnya media cetak.

 

 

 

TV masih mendominasi dengan porsi belanja iklan sebesar 83%, meski juga mengalami perlambatan pertumbuhan. Tahun ini pertumbuhan belanja iklan TV adalah 6% sementara di tahun sebelumnya mencapai 13%.

Untuk media cetak, data Nielsen pada Q3 2014-Q2 2015 terdapat 264 judul media. Namun, pada Q3 2018- Q2 2019, angka ini menurun hingga 156 judul media saja. Dengan kata lain, media cetak mengalami penurunan disebabkan dari media itu sendiri banyak yang tutup. Tentunya, hal ini berdampak pada berkurangnya spot iklan yang beredar.

Dari segi kategori, iklan dari industri online services mendominasi belanja iklan. Total belanja industri ini mencapai Rp 10,2 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 12% dari periode sebelumnya.

Kategori kedua yang banyak beriklan adalah dari industri politik dan pemerintahan. Awal tahun ini menjadi medan besar bagi partai politik dan pasangan capres dan cawapres untuk beriklan selama masa kampanye hingga April 2019 kemarin. Nilai iklan yang dikeluarkan mencapai Rp 9,5 triliun.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top