Finance

Perusahaan Modal Ventura Mulai Bidik Startup Syariah

Berdasarkan data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019 yang dirilis Cambridge Institute of Islamic Finance (Cambridge IIF), Indonesia menempati urutan teratas dengan skor 81,93 melesat dari sebelumnya 57,8. Berdasarkan penilaian tersebut, Indonesia dianggap telah mencatatkan kemajuan dari perkembangan regulasi serta peningkatan ekosistem industri perbankan dan keuangan syariah. Selain itu, dari sisi dukungan pemerintah, ekosistem keuangan syariah juga semakin diperkuat dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024.

Oleh sebabnya pasar syariah di Indonesia masih terbuka luas. Hal ini yang membuat bisnis dengan kemasan syariah terus berkembang. Salah satunya adalah perusahaan fintech peer to peer financing syariah, ALAMI. ALAMI resmi mendapatkan pendanaan terbaru dari empat perusahaan modal ventura.

Investasi di tahap seed round ini dipimpin oleh Golden Gate Ventures dengan skema akad musyarakah. Beberapa nama investor yang bergabung dalam pendanaan ini yakni Agaeti Ventures, RHL Ventures, dan angel investor Aamir Rahim dari Hong Kong melalui Zelda Crown. Keempat investor ini bersepakat untuk memberikan suntikan modal kepada ALAMI dengan prosedur yang sesuai dengan syariat Islam.

Menurut CEO ALAMI Dima Djani, pihaknya saat ini terus berupaya mengenalkan nilai-nilai syariah dalam setiap prosedur kerjasama dengan pihak mitra, termasuk dengan para calon investor. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan komitmen ALAMI dalam mengimplementasikan esensi syariah tidak hanya dalam produk dan layanan, namun juga sampai ke sumber pendanaan.

“Hal ini merupakan hal yang baru dimana untuk pertama kalinya, perusahaan startup syariah Indonesia sukses mengajak investor untuk melakukan pendanaan yang berbasis syariah. Kami berharap kedepannya, akan semakin banyak investor yang terbuka dengan skema fundraising seperti ini, khususnya untuk permodalan ke perusahaan startup syariah,” tutur Dima.

Upaya ALAMI untuk meyakinkan para investor tentang akad musyarakah dilandaskan pada kepercayaan investor tentang model bisnis ALAMI dan juga refleksi atas pertumbuhan gaya hidup muslim modern yang kini sudah merambah ke banyak sektor, termasuk finansial.

“Para investor tersebut tentunya sudah menakar potensi market di Indonesia berdasarkan kondisi eksternal dan internalnya. Dari sisi internal perusahaan, ALAMI berhasil menunjukkan kesiapan perusahaan dan rencana bisnis yang matang untuk menyediakan lebih banyak lagi akses pembiayaan syariah bagi UKM di Indonesia,” terang Dima.

Sejak bulan Mei 2019 sampai Oktober 2019, ALAMI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 50,3 Miliar ke berbagai sektor bisnis di Indonesia.

 

Editor: Eko Adiwaluyo








To Top