Finance

Portofolio Kredit Bank Danamon Tumbuh 11% di Semester I-2019

Bank Danamon berhasil meningkatkan portofolio kredit dan trade finance di sepanjang semester I tahun ini. Portofolio kredit dan trade finance berhasil tumbuh 11% menjadi Rp 148 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, terjadi pula peningkatan giro dan tabungan hingga 8% dan deposito naik 16% di paruh pertama tahun ini. Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after taxes/NPAT) sebesar Rp 1,8 triliun.

“Fokus Bank dalam beberapa inisiatif penting di semester pertama tahun 2019 telah membantu kami untuk mempercepat pertumbuhan kredit. Tuntasnya proses penggabungan dan investasi MUFG di Danamon juga membuka peluang baru dan kolaborasi untuk Danamon yang baru dan lebih kuat,” kata Satinder Ahluwalia, Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon.

Pertumbuhan portofolio kredit di segmen kunci di semester pertama tahun 2019, kredit Consumer Mortgage tumbuh 28% menjadi Rp 8,8 triliun secara setahunan. Sementara kredit di segmen enterprise banking yang terdiri dari segmen perbankan korporasi, perbankan komersial dan institusi keuangan  (EB & FI) naik 15% menjadi Rp 44,3 triliun. Untuk segmen Perbankan UKM juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 15% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 35,0 triliun.

“Peningkatan pada jaringan digital serta kualitas layanan secara keseluruhan terus menunjukkan hasil. Kredit yang kami salurkan terus bertumbuh di sejumlah segmen kunci, termasuk consumer mortgage, enterprise banking, serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance,” lanjut Satinder.

Sejak 1 Mei 2019, Bank Danamon resmi dimiliki MUFG sebesar 94,1%, sekaligus telah bergabung secara hukum dengan Bank Nusantara Parahyangan (BNP). Dengan MUFG sebagai pemegang saham pengendali tunggal, Bank mendapatkan manfaat dari jaringan nasabah global serta pengalaman internasional MUFG, untuk melengkapi keunggulan dan jaringan Danamon di Indonesia.








To Top