Consumer Goods

Potensi di Balik Kebiasaan Makan Camilan Milenial dan Gen Z

PT Calbee Wings Food, perusahaan joint venture antara Calbee Wings meluncurkan produk snack terbarunya di Indonesia, yaitu keripik kentang tipis, Japota. Cemilan keripik kentang ini hadir dengan dua varian rasa, yakni Umami Japanese Seaweed dan Happy Honey Butter.

Perilisan Japota tidak lepas dari kebiasaan makan camilan masyarakat Indonesia. Menurut survei yang dilakukan oleh Calbee Wings dan Jakpat terhadap responden yang tersebar di berbagai kota Indonesia, 51.33% orang Indonesia mengaku suka menikmati snack saat sedang belajar, bekerja ataupun beraktivitas lainnya.

Dikarenakan rasa penat yang dirasakan mereka dalam kegiatan sehari-hari, sebanyak 50.95% orang Indonesia juga mengaku bahwa mereka suka menikmati snack di tengah kesibukan karena dapat membuat mood mereka menjadi lebih baik. Bahkan anak muda Indonesia yang berusia 18-25 tahun, rata-rata menikmati snack sampai tiga kali sehari. Makan camilan telah terbukti menjadi bagian yang besar dalam keseharian hidup masyarakat Indonesia pada umumnya, terutama bagi milenial dan Gen Z.

“Kondisinya inilah yang memotivasi Calbee Wings untuk berinovasi dan mengeluarkan Japota untuk memberikan masyarakat Indonesia pengalaman nyemil yang tak terlupakan,” jelas Senior Brand Manager Japota, Michael Brian di Jakarta, Kamis (11/7).

Ia menambahkan Japota memiliki tiga elemen keripik kentang yang ideal, yaitu dapat meningkatkan rasa senang, memuaskan diri, dan kesempatan untuk berbagi. “Japota hadir untuk memberikan produk berkualitas unggul dan inovasi yang bermakna dengan harga terjangkau untuk meningkatkan keseruan masyarakat Indonesia dalam menjalani hari-hari,” lanjut Michael.

 

Japota diproduksi dari kentang asli pilihan dan diproses dengan thin-cut technology. Untuk jenis keripik yang berbeda, faktor utama yang penting tentu juga berbeda. Keripik wavy lebih mengutamakan bumbu, sedangkan keripik flat lebih mengutamakan kerenyahan.

“Kedua varian rasa, yaitu Umami Japanese Seaweed dan Happy Honey Butter, diharapkan dapat memuaskan selera snack orang Indonesia bagi yang suka paduan rasa asin, manis dan gurih serta tekstur keripik kentang tipis yang asli krenyesnya.”

Michael menilai bahwa pemilihan varian dua rasa tersebut berdasarkan preferensi masyarakat Indonesia. Khusunya rasa gurih yang amat diminati oleh masyarakat. Untuk varian Happy Honey Butter, Michael berdalih bahwa varian rasa honey butter saat ini merupakan varian rasa yang sedang hype di kalangan konsumen.

Japota menyasar generasi milenial dan Gen Z Indonesia yang berusia 18-25 tahun, dimana 57% orang Indonesia terbukti sangat tertarik untuk mencoba hal baru, sehingga dengan menyajikan dua varian rasa seperti Umami Japanese Seaweed dan Happy Honey Butter, Japota dapat memberikan pilihan snack baru untuk dinikmati milenial dan Gen Z.

Mengingat sudah banyaknya pemain yang hadir dalam industri ini, Michael tetap optimistis dengan potensi yang bisa diraih oleh Japota. Menurutnya, meskipun pemainnya banyak dan ketat, tapi kebiasaan makan camilan orang di Indonesia belum tergarap secara optimal.

“Japota ini kami luncurkan untuk mewarnai pasaran snack di Indonesia dengan memberikan pilihan rasa yang baru serta pengalaman menikmati snack yang menarik dan tak terlupakan bagi kalangan milenial. Japota paralel telah didistribusikan secara merata di seluruh kota besar di Indonesia, dan dapat ditemukan di berbagai supermarket, mini market dan convenience store dengan harga terjangkau, antara Rp 2.000 – Rp 9500 saja,” tutup Michael.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top