Lifestyle & Entertainment

Prestasi Akademis Jadi Regulasi Baru DBL Indonesia

Photo Credits: DBL INDONESIA

Perusahaan manajemen olahraga PT Deteksi Basket Lintas Indonesia atau lebih dikenal DBL berhasil meningkatkan jumlah spectators mencapai lebih dari 930 ribu pada 2016. Seiring dengan pertumbuhan bisnis ini, DBL berupaya meningkatkan kualitas para atletnya dengan mengeluarkan standar baru untuk DBL Basketball Academy.

Manajer DBL Indonesia Donny Rahardian di Jakarta, Selasa (13/06/2017) mengatakan, DBL Indonesia mencoba mengusung konsep student athletes guna membentuk value yang baik kepada pelajar Indonesia.

“Konsep student athletes kami usung atas keinginan agar anak-anak Indonesia tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, namun juga akademis. DBL Indonesia memberi regulasi baru untuk para pelajar yang memiliki nilai rata-rata di bawah enam maka tidak dapat mengikuti DBL,” terang Donny.

Konsep student athletes ini juga dilakukan lantaran tingginya minat pelajar Indonesia terhadap DBL. Diperkenalkan pertama kali di Surabaya pada tahun 2004 oleh Azrul Ananda, kini DBL telah menjangkau 25 kota dari 22 provinsi di Indonesia. Berawal dari 2.788 partisipan pada tahun 2004, tiga tahun belakangan DBL berhasil mencapai lebih dari 41.700 partisipan.

Para Students Athletes terbaik dari DBL akan dipilih untuk mengikuti pelatihan DBL Camp. Mereka akan dilatih oleh pelatih internasional kelas dunia yang telah melatih pemain-pemain muda, termasuk para pemain NBA. Donny mengungkapkan, para pelatih ini didatangkan langsung dari Australia dan USA. Pemain terbaik nantinya akan dilatih dan berkompetisi untuk kemudian diseleksi kembali menjadi DBL All-Star Teams.

DBL Indonesia telah melahirkan banyak alumni yang saat ini menjadi pemain basket professional dan beberapa diantaranya juga memiliki peran di Tim Nasional Basket Indonesia. Salah satu alumnus DBL Indonesia Respati Ragil mengatakan, banyak manfaat dan pengalaman berharga yang diperoleh selama bergabung dengan DBL.

“Pendidikan yang diberikan DBL sangat berpengaruh pada hidup saya, terutama perihal kedisiplinan. Terkait dengan regulasi baru mengenai nilai minimum prestasi akademis calon peserta DBL menurut saya sangat bagus karena prestasi olahraga saja tidak cukup, prestasi akademis juga diperlukan,” tutur Ragil.

Ke depan, Donny mengungkapkan DBL akan meluncurkan dua kegiatan inisiatif baru yang bergerak di bidang lifestyle dan entertainment.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top